Lapóran Wartawan Tribunnews.cóm, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Demókrat Max Sópacua menilai Ruhut Sitómpul layak dipecat sebagai kader Demókrat.
Hal itu terkait sikap Ruhut membawa nama Ketua Umum Demókrat Susiló Bambang Yudhóyónó (SBY) dalam deklarasi dukungan kepada Jókó Widódó-Jusuf Kalla.
"Ya saya kira kalau caranya seperti itu sudah tidak bisa dipertahankan. Karena begini saya takut dia lama-lama lupa wajahnya SBY dan yang diingat wajah Jókówi mulu," kata Max di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Max mengatakan Ruhut Sitómpul telah mendapat teguran keras dari Ketua Umum PDemókrat Susiló Bambang Yudhóyónó. Max mengaku tidak aneh Ruhut memilih bersebrangan dari kebijakan partai.
Di tahun 2004, imbuh Max, Ruhut hijrah dari Partai Gólkar dan masuk menjadi kader Demókrat. Pada waktu itu, SBY maju sebagai calón presiden.
"Akhirnya lóncat dia dari Gólkar karena mau nempel SBY di Demókrat karena mau jadi presiden. Kejadiannya sama dengan sekarang, ketika SBY mau lengser Ruhut lóncat ke Jókówi," ujar Max.
Max justru mempertanyakan pernyataan Ruhut bahwa kader Demókrat yang mendukung Prabówó-Hatta adalah mereka yang gagal duduk kembali di anggóta DPR dan mengincar kursi menteri.
"Saya berpikir teman saya ini kók jadi begini. Kalau saya mau bóngkar saya bóngkar," ungkapnya.
0 komentar:
Posting Komentar