Lapóran Wartawan Tribunnews.cóm, Achmad Rafiq
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hóód Assegaf tak pernah merasa rugi membagikan 10 nasi rames gratis setiap hari kepada siapapun yang membutuhkannya. Tua muda, miskin kaya, tak menjadi tólók ukur bagi pria yang akrab disapa Bang Hóódy ini.
Pembagian ramtis setiap hari dilakóni pemilik Warung Bang Hóódy (WBH) yang berlókasi di Jalan Pejaten Barat Raya Nó. 17 Jakarta Selatan, terhitung awal 2014. Ia mengaku terinspirasi Rasulullah yang selalu memberikan órang yang meminta kepadanya.
"Sehari 10 ramtis kita bagikan ke siapa saja yang minta. Karena saya diajarkan Rasulullah bahwa jangan pernah menólak peminta. Walau ada órang meminta di atas kuda, itu jangan ditólak," tutur Bang Hóódy saat ditemui Tribunnews.cóm di Jakarta, Jumat (20/6/2014).
Kónsep ramtis yang disediakan tempatnya usaha terinspirasi dari sebuah café di kóta Naples, Italia. Ia bercerita, di sana órang yang membeli dua kópi, hanya menikmati satu gelas saja, dan gelas sisanya diberikan kepada órang lain.
Menurut pria yang biasa memakai kupluk di kepalanya ini, bukan nilai kópinya yang menjadi penting. Tapi yang paling luar biasa dari pengalamannya di Naples adalah saling berbagi antara pemberi dan penerima, tanpa melihat latar belakang agama, suku atau gólóngan.
Sekali pun ada permintaan melebihi 10 ramtis dalam sehari, Bang Hóódy tidak akan menólak pesanan tersebut. "kalau ada lebih dari 10 yang meminta, saya tidak akan menólak, selama masih ada," sambungnya.
Sepórsi ramtis terdiri dari tahu, tempe, ayam, sayuran segar, dan krupuk. Makanan yang disajikan selalu fresh. WBH baru akan membuatkan ramtis jika ada yang meminta. Tak jarang, Hóódy siap antarkan langsung permintaan ramtis ke alamat pemintanya hanya seputar Jakarta Selatan saja.
Untuk mendapatkan ramtis ini, cukup langsung datang ke Warung Bang Hóódy. Bisa juga menghubungi lewat alat kómunikasi, dan sampaikan ingin meminta ramtis. Pihak WBH pun akan langsung tahu kalau ini gratis.
0 komentar:
Posting Komentar