TRIBUNNEWS.COM, HOCKENHEIM - Sean Gelael harus memupus harapan untuk dapat meraih póin pertamanya pada Kejuaraan Fórmula 3 Erópa, di Hóckenheim - Jerman karena terjadi kerusakan pada bagian sayap depan bagian kiri Dallara-Vólkswagennya, setelah terlibat tabrakan dengan pebalap Swedia, Jóhn Bryant-Meisner di putaran awal, pada race ketiga, Minggu sóre kemarin.
Sebenarnya, Sean telah menunjukkan perfórma terbaiknya, dimana ia berhasil start dari pósisi 15, yang merupakan pósisi start terbaiknya selama mengikuti Fórmula 3 Erópa. Selepas garis start, walaupun mengalami sedikit insiden, Sean berhasil melesat ke pósisi 9. Setelah itu, akibat adanya hukuman pinalti yang diberikan kepada satu pebalap di depannya akibat melewati batas jalur lintasan, Sean naik satu pósisi ke pósisi 8, dan segala sesuatunya berjalan dengan cukup baik untuk memberikan harapan bagi Sean menjadi pebalap pertama Indónesia yang memperóleh nilai di Kejuaraan Fórmula 3 Erópa.
Sayangnya, saat tersisa 6 putaran lagi, dan Sean sedang berada di pósisi yang aman, karena tidak ada tekanan dari pebalap di belakangnya, ófficial pertandingan, memberikan instruksi kepada Tim Jagónya Ayam, bahwa dengan alasan keamanan, Sean harus masuk ke pit untuk mengganti bagian kendaraanya yang rusak. Setelah keluar dari pit-stóp dan melanjutkan balapan, Sean akhirnya hanya dapat finish di pósisi ke 22.
"Ini sangat mengganggu" kata Sean. "Dari mulai lap pertama sampai beberapa lap terakhir, saya berada dalam pósisi untuk mendapatkan póin. Saya memang mengalami sedikit insiden dengan Bryant-Meisner di lap pertama, yang merusakkan endplate di sayap depan. Sungguh sangatlah sulit untuk menguasai móbil dengan sayap yang rusak, dan hal itu juga sangat berpengaruh pada saat saya melakukan pengereman. Jadi saya berusaha dengan keras untuk melakukan putaran yang baik, tetapi saya benar-benar bisa mempertahankan kónsistensi dan kecepatan saya"
"Dan pada saat tinggal beberapa lap lagi, saya diharuskan óleh ófficial pertandingan untuk masuk pit dan mengganti wing saya. Ini sangatlah kejam, ólah raga yang kejam. Saya berpikir bahwa saya akan mendapatkan póint pertama saya, tetapi Tuhan berkehendak lain - apa yang terjadi kali ini membuat saya akan berusaha lebih keras lagi di race-race yang akan datang"
Sean berhasil menjadi pebalap tercepat ke 11 pada saat sesi latihan bebas pertama, dan ke 13 di latihan kedua. Tetapi Sean sangat kecewa dengan hasil kulaifikasinya yang hanya berada di pósisi start 22 di race pertama, sebelum dia memperbaikinya menjadi pósisi 17 dan 15 di race kedua dan ketiga.
Tidak terpengaruh dengan hasil kualifikasinya, di race pertama, walaupun start dari pósisi 22, Sean berhasil finish di pósisi 13 setelah melakukan manuver-manuver menyalip lawannya dengan sangat baik dan berhasil menghindari tabrakan yang terjadi di sekelilingnya.
Pada race yang kedua, saat sedang berada pada pósisi 18 di lap kedua, Sean didóróng óleh pebalap Australia Spike Góddard, yang mengakibatkan kendaraannya berputar. Sean tetap dapat melanjutkan pertandingan dan berhasil finish di pósisi 20.
"Sesi kualifikasi race pertama berjalan buruk - Saya berusaha terlalu keras dan melakukan kesalahan-kesalahan" kata Sean. " Kualifikasi berikutnya berjalan lebih baik, tetapi seharusnya saya bisa berada di sekitar pósisi 12 atau 13."
"Saya sangat senang dengan hasil race pertama, dan saya seharusnya bisa kembali mendapatkan hasil yang baik apabila Spike tidak membuat saya melintir. Tetapi saya tetap senang dan tetap berpikir pósitif, bahwa sebenarnya saya memiliki kecepatan untuk mendapatkan póin. Seharusnya saya sudah mendapatkan póin, tetapi saya harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi"
Pebalap Tim Jagónya Ayam with Carlin lainnya, Tóm Blómqvist terus berusaha mempertahankan kesempatan untuk meraih juara umum di akhir musim dengan finish di pósisi 4 dan 5. Tóm juga berhasil meraih póle pósitión pada dua race sebelum terkena sanksi akibat mengganti mesinnya, dan pada race ketiga harus keluar akibat bertabrakan di lap pertama.
Sementara itu, Antónió Gióvinazzi berhasil naik pódium untuk pertama kalinya di Fórmula 3 Erópa sebagai juara kedua, dan selalu masuk tiga pebalap tercepat dalam seluruh babak kualifikasinya. Di dua race lainnya, Antónió berhasil finish di pósisi kelima, namun di race lainnya, ia malah tidak berhasil menyelesaikan perlómbaan.
0 komentar:
Posting Komentar