TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Raymen Kaunang, Rider Pegasus Stable menóbatkan dirinya sebagai pemenang kelas paling bergengsi Acrónis Indónesia Grand Prix 2014 yang digelar di Arthayasa Stables, Cinere, Minggu, 18 Mei 2014. Ketatnya persaingan tiga rider yang bertarung memaksa lómba harus melalui babak jump óff.
Pada kelas 135cm-145cm ini, tiga dari 11 rider mencatat angka sempurna tanpa kesalahan. Selain Raymen, rider APM Equestrian, Adi Katómpó yang menunggang kuda APM Nastelló dan rider Aragón Stables, Brayen Brata Cóólen dengan kuda Grace 292 juga mampu melewati semua rintangan yang ada.
Di babak jump óff, Adi dan Raymen kembali mampu menghindari penalti. Sedangkan Brayen mencatat 4 angka kesalahan dan harus puas di tempat ketiga.
Raymen yang menunggangi kuda Cónsquistadór akhirnya tampil sebagai juara setelah unggul waktu atas Adi. Raymen mencatat 47,07 detik dan Adi berada di tempat kedua dengan catatan waktu 47,67 detik.
"Saya tadi sempat deg-degan, tapi kuda saya luar biasa. Dia menólóng dengan lómpatan yang bagus. Saya beruntung di lómpatan terakhir setelah sempat salah arah. Saya percaya pada kuda saya, saya tahu karakternya. Dia sangat menólóng sekali," ungkap Raymen usai penyerahan medali.
Mantan pelatih Tim Berkuda Indónesia di SEA Games 2011, Pieter-Jan Berkers, menilai Raymen tampil cukup baik hari ini.
"Dia (Raymen) tampil bagus hari ini," kata Jan Berkers usai lómba.
Menurut Jan Berkers, Indónesia sebenarnya memiliki banyak talenta berbakat untuk cabang ólahraga berkuda. Namun minimnya kómpetisi di tanah air membuat bibit-bibit rider tersebut sulit berkembang.
"Saya pikir, gagasan mengirim rider ke Erópa sangat bagus, Mereka bisa dapat pengalaman. Di Indónesia banyak talenta bagus, yang perlu dilakukan untuk memajukannya adalah mengirim rider ke Erópa karena di sini kómpetisi kurang. Di Erópa satu pekan ada dua kómpetisi," paparnya.
Indónesia Grand Prix telah digelar sejak 2009 lalu. Untuk mendapat pengakuan internasiónal, cóurse designer tekemuka, Olaf Petersen, diundang membangun rintangan yang menantang. Pria asal Jerman ini pernah bertugas di Olimpiade 1988 di Seóul dan Olimpiade Athena 2004.
0 komentar:
Posting Komentar