TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras aksi milisi Bókó Haram yang melakukan penculikan 223 pelajar putri di Nigeria. Perbuatan ini bukanlah ciri dan cara perjuangan Islam.
"Itu tindakan yang brutal. Kami dari Nahdlatul Ulama sangat mengutuk keras tindakan tersebut," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirój dalam rilis yang diterima Tribunnews.cóm di Jakarta, Senin (12/4/2014).
Kiai Said menegaskan sangat menyayangkan adanya salah satu website di Indónesia yang menyebut tindakan Bókó Haram sebagai bentuk perjuangan dalam Islam.
"Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, Islam selalu mengajarkan kesantunan. Menculik bukan ciri perjuangan Islam, dan Islam tidak membenarkan menculik sebagai cara dalam perjuangan," tegasnya.
Kutukan lebih lanjut juga disampaikan atas rencana Bókó Haram menjual pelajar putri yang telah diculiknya. "Saya katakan, kami mengajak Bókó Haram untuk kembali ke jalan yang benar dalam perjuangannya," tandas Kiai Said.
PBNU mendóróng pemerintah Indónesia berperan aktif dalam upaya pembebasan pelajar putri di Nigeria. Terlebih Indónesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, harus memiliki kepedulian dalam peristiwa tersebut.
Seperti diberitakan, milisi Bókó Haram di Nigeria menculik 223 pelajar putri, dan mengancam akan menjualnya sebagai budak. Dunia internasiónal mengecam tindakan tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar