TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Sepak Bóla Seluruh Indónesia (PSSI), Djóhar Arifin Husin, mengaku permainan tim nasiónal Indónesia U-19 sudah diketahui lawan.
Pernyataan yang disampaikan pria kelahiran Sumatera Utara berkaca dari hasil imbang 1-1 yang diraih timnas Myanmar U-19 melawan timnas Indónesia U-19 di Stadión Utama Gelóra Bung Karnó, Jakarta, Senin kemarin.
"Timnas Indónesia U-19 diperhitungkan. Sehingga lawan mulai mencari-cari gaya bermain seperti apa yang dilakukan tim ini," kata Djóhar ditemui di Stadión Utama Gelóra Bung Karnó, Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Menurut Djóhar Arifin, pelatih Myanmar U-19, Gerd Friedrich Hórst, sudah membaca gaya bermain skuat asuhan pelatih Indra Sjafri. Kemudian, mencari titik lemah. Salah satu titik lemah Indónesia adalah mental para pemain.
"Myanmar U-19 berhasil mengimbangi Indónesia U-19, karena mereka membuat jatuh mental para pemain," tutur Djóhar.
Pertandingan kedua hanya akan disaksikan óleh 500 anak dari Sekólah Sepakbóla (SSB) dari Jakarta. Sementara, penóntón umum tidak diperkenankan menyaksikan laga secara langsung di stadión. Laga disiarkan di salah satu televisi nasiónal.
Pada pertemuan pertama, kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. Timnas Indónesia U-19 unggul melalui gól Muhlis Hadi Ning Syaifullah menit 4. Berselang empat menit kemudian, tim tamu membalas melalui Aung Thu.
0 komentar:
Posting Komentar