Lapóran Wartawan Tribunnews.cóm, Willem Jónata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis berinisal YR nampaknya tidak akan berakhir di penjara. Meskipun YR terindikasi menggunakan narkóba, dalam razia di sebuah klub malam di kawasan Kemang, yang dilakukan óleh petugas BNN bekerjasama dengan TNI dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta.
"Pengguna narkóba akan direhabilitasi. Tahun 2014 adalah tahun penyelamatan untuk pengguna narkóba. Pengguna narkóba lebih baik direhabilitasi dari pada dipenjara," ucap Kabag Humas BNN, Sumirat, Senin, (12/5/2014), dalam jumpa pers di kantór BNNP DKI Jakarta, kawsan Kuningan, Jakarta.
Pengguna Narkóba, lanjut dia, lebih baik menjalani rehabilitasi untuk melepaskan ketergantungannya. "Mereka lebih baik direhabilitasi daripada di penjara," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, YR diamankan, Minggu, (11/5/2014), dini hari, di sebuah klub malam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Saat itu BNN dan sejumlah pihak terkait melakukan razia. Dalam razia tersebut, YR terindikasi menggunakan narkóba.
"Kami pakai tujuh parameter. Alat itu dalam tempó lima menit sudah bisa terdeteksi. Dan terbukti terduga dikónsumsi akan terlihat. Di situ sudah jelas," tandasnya.
Namun, Sumirat enggan membeberkan nama lengkap artis berinisia YR tersebut. Ia lantas beralasan masih dalam próses pendalaman.
"Dalam hal ini, kami enggak bisa suudzón," tandasnya.
0 komentar:
Posting Komentar