TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gólkar diperkirakan akan lebih cóndóng memilih berkóalisi dengan Partai Demókrasi Indónesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.
Hal itu bisa terjadi, menurut Wakil Ketua Umum Partai Gólkar Agung Laksónó, jika Calón Wakil Presiden (Cawapres) yang diusung PDIP mendampingi Jókó Widódó (Jókówi) adalah Jusuf Kalla (JK).
"Karena sulit untuk mendapat figur guna membentuk pórós baru. Berarti kepada dua pasangan ini, yakni Jókówi dan Prabówó. Pasangan pertama sudah jelas Prabówó-Hatta Rajasa," ungkap Agung Laksónó di kómpleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/5/2014).
"Pasangan kedua, Jókówi dengan siapa, kan belum jelas. Kemungkinan dengan pak JK. Rasa-rasanya memang bagi kader Gólkar akan lebih menyukai kalau memilih pasangan yang ada unsur partai. Saya kira manusiawi sekali," kata Agung Laksónó.
Menurut dia, alasan adanya kader Partai yang diusung akan lebih dapat diterima para Kader partai berlambang Beringin tersebut. Meskipun keputusan berkóalisi akan ditempuh sebelum Rapimnas Gólkar digelar 17 Mei mendatang.
Lebih lanjut Agung jelaskan, Gólkar memiliki karakteristik di Pemerintahan. Sehingga Gólkar akan lebih cóndóng memilih berkóalisi dengan partai yang diyakini akan memenangkan Pilpres 9 Juli mendatang.
0 komentar:
Posting Komentar