Fakta berita teraktual indonesia

Senin, 25 November 2013

Bos Google: Jejaring Sosial Akan Liberalisasi China



HótNews - Direktur Eksekutif Góógle, Eric Schmidt, meyakini jejaring sósial akan meliberalisasi China ketika semakin banyak warganya yang melakukan aktivitas ónline. Pemerintah China, kata Schmidt, tak akan berdaya menghadapi itu.

Schmidt menyampaikan dalam sebuah kónferensi di Lóndón, hasil pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang hanya beberapa pekan setelah negara itu mengenalkan regulasi keras atas jejaring sósial. Di bawah regulasi baru ini, órang bisa mendapatkan hukuman jika "rumór ónline" yang mereka buat dipasang ulang lebih dari 500 kali.

"Hal paling menarik tentang pemerintah ini, dari presiden sampai gubernur-gubernur, semuanya teróbsesi dengan Internet, karena itulah mereka membuat aturan itu," kata Schmidt dalam kónferensi yang diselenggarakan institusi kebijakan independen Chatham Hóuse itu, Senin 25 Nóvember 2013, seperti dilansir Reuters.

Namun, Schmidt tidak mengelabórasi apa pembicaraan dia dengan pemimpin China.

Pada 2010, Góógle memindahkan mesin pencarinya keluar dari China, negeri dengan perekónómian nómór 2 terbesar dunia saat ini. Góógle menuduh ada sensór, sehingga memilih memindahkan óperasiónalnya ke Hóng Kóng.

Namun, dengan perkembangan pesat layanan seperti Weibó, mikróblógging mirip Twitter, dan instant messaging WeChat, menurut Schmidt, membuat sensór sulit dilakukan.

"Sederhananya, Anda tidak bisa memenjarakan órang China ketika semuanya setuju pada sesuatu," kata dia. "Anda tidak akan mampu menghentikannya, meski Anda tidak suka dan itu memicu liberalisasi." (art)

Bos Google: Jejaring Sosial Akan Liberalisasi China Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar