Menyusuri Sungai Salawai dalam penjejahan sisi utara Pulau Seram, Maluku memberikan kesan yang indah. Sungai besar nan jernih yang seolah tidak berujung.
Di daerah tersebut, beberapa ikan dan rumpun besar akar pohon nipah di dasar sungai jelas terlihat. Jernihnya air memang ibarat akuarium sekaligus cermin raksasa. Setelah beberapa saat terdiam mengagumi kecantikan sungai, tiba-tiba mesin boat dimatikan. ''Pelan-pelan sa (saja, Red) Caca. Di sini tempat buaya biasa keluar,'' ujar Ahmad sambil menatap tajam pinggiran tanah basah di bibir sungai. Cuaca terik memang menjadi momen terbaik bagi para reptil itu untuk berjemur dan memanjakan diri. Namun, bukan hanya tepi sungai yang diamati, pinggir boat yang kami tumpangi pun tidak luput dari pantauan. Rasa deg-degan dan takut cukup meliputi hati para penumpang. Sebab, reptil tersebut bisa saja memunculkan separo badannya ke permukaan atau menyenggol perahu. Sayang, hasilnya nihil. Tampaknya, jadwal sunbathing para buaya itu dibatalkan. (Laporan Priska Birahy)
portal fakta dan berita indonesia terbaru
Berita lainnya : Ini Curhatan Artis Cantik yang Terjebak Kemacetan akibat Banjir-
0 komentar:
Posting Komentar