JAKARTA - Komisi VI DPR memutuskan untuk menggelar rapat secara tertutup saat menggelar rapat kerja (raker) dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Selasa (10/2) malam. Adapun pembahasan raker malam ini mengenai usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada BUMN dalam RAPBN-P tahun 2015.
Raker yang sudah molor 1,5 jam dari jadwal rapat pukul 19.30 WIB ini, seharusnya digelar secara terbuka, namun saat membuka rapat, Ketua Komisi VI DPR, Ahmad Hafisz Tohir mengatakan bahwa rapat berlangsung tertutup. Ia berdalih permintaan rapat tertutup ini atas permintaan mitra kerja dari Menteri BUMN Rini Soemarno. "Atas permintaan mitra kerja kita karena mengandung unsur-unsur kerahasiaan negara dan juga dilindungi oleh Undang Undang dan bagian dari PMN ini diberikan kepada perusahaan yang sudah terbuka. Maka atas permintaan itu maka rapat diminta untuk tertutup," ujar Ahmad di Gedung Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta. Mendengar keputusan tersebut, Rini hanya terdiam sembari mengumbar senyum dan tak mengucapkan satu patahpun. Rapat tertutup ini diduga untuk melakukan lobi-lobi sebelum Komisi VI DPR mengesahkan pemberian PMN. Hingga pukul 22.00 WIB, raker belum juga selesai. Seperti diketahui pemerintah akan mengalokasikan suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 35 perusahaan milik negara. (chi/jpnn) Daftar 35 perseroan yang diusulkan mendapat kucuran PMN: 1. PT Angkasa Pura II 2. PT ASDP 3. PT Pelni 4. PT Djakarta Lloyd 5. PT Hutama Karya 6. Perum Perumnas 7. PT Waskita Karya 8. PT Adhi Karya 9. PT Perkebunan Nusantara III 10. PT Perkebunan Nusantara VII 11. PT Perkebunan Nusantara IX 12. PT Perkebunan Nusantara X 13. PT Perkebunan Nusantara XI 14. PT Perkebunan Nusatara XII 15. PT Permodalan Nasional Madani 16. PT Garam 17. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) 18. Perum Bulog 19. Pertani 20. PT Sang Hyang Seri 21. PT Perikanan Nusantara 22. Perum Perikanan Indonesia 23. PT Dirgantara Indonesia 24. PT Dok Perkapalan Surabaya 25. PT Industri Kapal Indonesia 26. PT Aneka Tambang 27. PT Pindad 28. PT Kereta Api Indonesia 29. PT Dok Kerja Bahari 30. PT Perusahaan Pengelola Aset 31. PT Pengembangan Pariwisata 32. PT Bank Mandiri 33. PT Pelindo IV 34. PT Krakatau Steel 35. PT Bahana PUI
0 komentar:
Posting Komentar