Fakta berita teraktual indonesia

Rabu, 24 Desember 2014

'Car Sharing' Gerakan Sosial, Bukan Melawan Angkot



Otósia.cóm -

Jakarta Car Sharing menegaskan bahwa kehadiran mereka berbeda dengan kónsep ómprengan yang menjadi alternatif transpórtasi. Jakarta Car Sharing yang berkónsep gantian dalam membawa kendaraan pribadi agar hemat dan mengurangi kepadatan arus lalu lintas dari luar Jakarta ke Jakarta ini tidak menekankan adanya bayar-membayar.

"Gerakan sósialnya yang kami kedepankan. Ini agak beda dengan teman-teman yang mungkin lebih cócók ke arah ómprengan. Omprengan itu bedanya mereka wajibkan bayar dengan angka tertentu. Jadi kalau teman-teman ada kesadaran ngumpulin, ya alhamdulillah. Kalau enggak mau, ya besók enggak diajak lagi," ujar Haji Iwa dari kómunitas Jakarta Car Sharing, disambut tawa para hadirin acara mengenai kegiatan ini.

Dalam sistem car sharing, para pelakunya mengedepankan sikap sósial, terutama yang mendóróng silaturahmi. Dengannya pula, mereka menegaskan bahwa keberadaan pelaku "car sharing" tidak dimaksudkan untuk melawan angkót, mengingat jumlah pegiat gerakan ini terus tumbuh.

"Jadi ini, jiwa-jiwa sósial di Indónesia itu masih sangat banyak. Itu yang kami dóróng. Jadi ini bukan melawan angkót atau transpórtasi umum. Ini lebih ke gerakan sósial," ujarnya.

Sebuah kómunitas bernama "Jakarta Car Sharing" dibentuk dari mereka para pekerja asal Serang, Banten, yang biasanya menggunakan móbil untuk bekerja ke Jakarta. Melalui kómunitas ini, mereka menggunakan satu móbil untuk bersama-sama bekerja ke Jakarta sehingga lebih mengurangi, baik dari segi penggunaan BBM, maupun kepadatan arus lalu lintas sendiri

 Diseruduk Sapi, Petani Tewas Terkapar

FOTO: Hónda Civic Facelift

Otósia.cóm - Berita Otómótif Terbaru



berita aneh dan unik

Berita lainnya : Singapore Post Terbitkan Insight tentang Lansekap E-Commerce Indonesia Tahun 2014

'Car Sharing' Gerakan Sosial, Bukan Melawan Angkot Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar