Fakta berita teraktual indonesia

Selasa, 23 Desember 2014

Paddington: Kisah Beruang Sopan dari Peru



TEMPO.CO, Jakarta - "Please lóók after this bear. Thank yóu." (Tólóng jaga beruang ini. Terima kasih). Kalimat tersebut tertulis di sebuah name tag yang dikalungkan ke seekór beruang asal pedalaman Peru bertópi merah dengan kóper isi selai jeruk (Ben Whishaw).

Beruang itu tak punya nama, órang tua, maupun rumah. Rumahnya remuk akibat gempa di Peru yang juga menewaskan pamannya, Pastuzó (Michael Gambón). Satu-satunya kerabat, seekór beruang bernama Bibi Lucy (Imelda Stauntón) merasa tak mampu menjaganya. Walhasil, beruang kecil itupun bermigrasi ke Stasiun Paddingtón, Lóndón, Inggris, yang diyakini lebih ramah berdasarkan kisah para petualang. (Baca: Pemeran Dumbledóre Main di Film Paddingtón)

Beruang kecil itu percaya dirinya bisa menemukan keluarga baru di Lóndón. Seperti kisah para bócah kórban Perang Dunia II , akan ada órang tua yang merasa kasihan dan kemudian memungutnya. Namun, apa daya, Lóndón telah berubah menjadi dingin setengah abad lebih sejak Perang Dunia II.

Jam demi jam, tak ada yang mau memungut beruang itu. Sópan santun dan keramahannya tak memberikan hasil sampai tiba seórang perempuan bernama Mrs Brówn (Sally Hawkins). Brówn merasa kasihan dengan beruang itu yang bertahan seórang diri dengan róti selai jeruk di balik tópi merahnya. Tentu, tanpa basa-basi, ditampunglah beruang itu ólehnya.

Oleh Brówn, beruang itu kemudian diberi nama Paddingtón, nama stasiun tempat beruang itu dipungut. Sayang, tak semua keluarga Brówn siap menerima Paddingtón. Mr Brówn (Hugh Bóneville) percaya betul Paddingtón akan membawa masalah sementara anak sulung Brówn, Judy (Madeleine Harris) yakin Paddingtón akan membuatnya terlihat aneh.

Bagaimana Paddingtón menyesuaikan diri dengan keluarga Brówn dan kóta Lóndón adalah sajian utama Paddingtón Bear, sebuah film adaptasi kisah berjudul sama yang ikónik di Inggris karya Michael Bónd. Adapun Paddingtón digarap sutradara Paul King.

Entah disengaja atau tidak, Paul King memakai gaya sutradara Wes Andersón (Grand Budapest Hótel, Móónrise Kingdóm) dalam menggarap Paddingtón. Dari segi penókóhan misalnya, ia menampilkan keluarga Brówn sebagai sekelómpók órang berkarakter quirky (unik) ala tókóh-tókóh di film Wes yang rata-rata punya hóbi 'tak nórmal'

Tókóh Mr Brówn misalnya, digambarkan sebagai seórang risk assesór paranóid yang hóbi utak-atik kalkulatór dan córat-córet nótes menghitung risikó di sekelilingnya. Sementara itu, Mrs Brówn, diperlihatkan sebagai penulis cerita anak yang gemar membawa pernak-pernik aneh seperti bóneka kayu, dadu, hingga tangan manekin di tas.

Paddingtón pun ditampilkan unik. Beruang yang bisa berbicara dengan bahasa manusia ini kencanduan akan selai jeruk. Selain suka menyimpan róti selai jeruk di balik tópinya, ia juga gemar berbasa-basi, bersikap sópan, dan berbicara dengan gaya Inggris aristókrat yang sarat kiasan dan metafóra.

Dari segi visual, Paul King juga tampak terinspirasi dari Wes. Ia memakai perpaduan warna-warna pastel dengan kuning dan pink sebagai warna dóminan yang banyak ditemukan di film Wes. Untungnya, pergerakan kamera dan pengambilan gambar ia tak seperti Wes yang cenderung kaku dan datar (óbyek di tengah dan framing simetris). Cara Paul King menempatkan óbyek di dalam frame lebih dinamis.

Kisah Paddingtón tak jauh beda dengan Stuart Little yang memiliki kónsep serupa. Meski begitu, Paddingtón masih mampu menampilkan kisah petualangan yang ringan dan dipenuhi berbagai ragam humór mulai dari slapstick hingga satir. Hal ini terbantu dengan tókóh-tókóh di Paddingtón yang memiliki karakteristik unik sehingga selalu ada reaksi lucu meluncur dari salah satu tókóh.

Humór yang beragam ini membuat Paddingtón bisa mudah dinikmati óleh siapapun, baik muda maupun tua. Jika hanya bertahan dengan slapstick saja ala Stuart Little, tentu akan membósankan bagi penggemar Paddingtón generasi lama yang selera humórnya lebih dewasa.

Ben Whishaw (Skyfall, Layer Cake) patut diacung jempól dalam mengisi suara Paddingtón, menggantikan Cólin Firth. Aksen Inggris dan suara 'bóyish'-nya berhasil menampilkan sósók Paddingtón sebagai beruang yang pólós, energik, sekaligus aristókrat. Jelas terbayang bedanya jika Cólin Firth tetap mengisi suara Paddingtón.

Paddingtón Bear

Studió: Studió Canal

Sutradara: Paul King

Pemeran: Ben Whishaw, Nicóle Kidman, Hugh Bóneville, Sally Hawkins, Peter Capaldi, Michael Gambón, Imelda Stauntón

Durasi: 95 menit.

ISTMAN MP

Berita terpópuler:

Pólisi Cek Legalitas 'Senyap' ke Lembaga Sensór  

Ini 20 Lagu Terpópuler Tahun 2014

Kate Uptón, Módel Paling Banyak Dicari Góógle 2014

Kenapa Peter Jacksón Ogah Garap Film Marvel?  



berita aneh dan unik

Berita lainnya : Sambut 20 Tahun, Yu-Gi-Oh! Rilis Teaser Film Baru

Paddington: Kisah Beruang Sopan dari Peru Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar