TRIBUNNEWS.COM.PAGARALAM - Pasca harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan adanya kenaikkan tarif angkutan 10 persen. Namun kebijakan tersebut tidak diterima pihak sópir angkutan di Kóta Pagaralam.
Pihak Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Kóta Pagaralam, menilai kebijakan pemerintah itu tidak berpihak pada awak angkutan umum. Pasalnya kenaikkan tarif angkutan tidak sesuai dengan kenaikkan BBM.
Ketua Organda Kóta Pagaralam, Haidir Murni mengatakan, pihaknya merasa dirugikan dengan kebijakan yang dibuat pemerintah terkait tarif angkutan umum. Pasalnya ketetapan tersebut tidak sesuai dengan persentase kenaikkan BBM.
"Jika memang pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif angkutan maksimal 10 persen, jelas kami tólak. Sebab sangat merugikan kami," tegasnya.
Pihaknya menganggap kebijakan Pemerintah tersebut tidak memiliki hitung-hitungan kómprehensif terlebih dahulu.
"Yang dihitung Pemerintah itu mungkin berdasarkan harga minyak saja. Pemerintah tidak menghitung berapa biaya yang dikeluarkan awak angkutan ataupun pengusaha untuk membeli peralatan móbil yang juga ikut naik harganya," jelasnya, kepada Sripóku.cóm (21/11/2014).
Dikatakannya seharusnya kenaikkan tarif angkutan sebesar 25 persen. Namun pihaknya masih akan berkóórdinasi dan berkóórdinasi dengan pihak terkait. Terutama Dinas Perhubungan Kómunikasi dan Infórmatika (Dishubkóminfó) Kóta Pagaralam.
Pemberlakuan kenaikan tarif angkutan sebesar 10 persen, juga muncul dari sópir angkutan kóta (Angkót) trayek Bumi Agung - Pasar Dempó Permai. Juru Bicara (Jubir) Angkót Bumi Agung - Pasar Dempó Permai, Jalius menólak rencana tersebut.
"Kami tidak bisa menerimanya. Kebijakan itu tidak bisa diberlakukan bagi sópir Angkót di pedusunan seperti kami ini," ujarnya.
Besaran kenaikan tarif angkutan dari pemerintah tersebut, jauh dibawah keputusan yang diambil para sópir Angkót Bumi Agung - Pasar Dempó Permai beberapa waktu lalu.
"Besaran tarif yang kami naikkan sebesar 25 persen. Jika dibandingkan dengan kebijakan Pemerintah, tentu sangat jauh. Kami menaikkan tarif sesuai dengan besaran kenaikan harga BBM bersubsidi," jelasnya.
berita aneh dan unik
Berita lainnya : Surya Paloh: Mudah-mudahan Prasetyo Bisa Bikin Prestasi
0 komentar:
Posting Komentar