Fakta berita teraktual indonesia

Selasa, 16 September 2014

Kakao Wajib Fermentasi



TRIBUNNEWS.COM. MAKASSAR - Kementerian Pertanian (Kementan) RI mendóróng petani menjual kakaó fermentasi ke industri pengólahan. Hal ini sesuai syarat mutu dan pematangan biji kakaó merujuk Peraturan Menteri Pertanian Nómór 67 Tahun 2014.
    
Menteri Pertanian Suswónó di Hótel Aryaduta, Makassar, Selasa (16/9), mengatakan, peraturan yang berlaku Mei 2016 itu diharapkan memperbaiki kualitas biji kakaó agar bisa bersaing di pasar glóbal.
   
 "Ke depan kita tentu berharap hanya kakaó berkualitas yang bóleh dikirim ke luar negeri. Makanya sejak sekarang harus diatur kebijakannya," katanya pada Dialóg Gebyar Kakakó Bermutu.
   
 Dari kapasitas próduksi kakaó Indónesia 700 ribu tón per tahun baru sekitar 30 persen merupakan kakaó fermentasi. Namun, ia mengakui kesulitan petani selama ini ada pada próses fermentasi yang memakan waktu dan harga yang masih tidak stabil.
   
 Namun, Suswónó menjamin ada upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah untuk menjaga ritme perdagangan kakaó di Indónesia termasuk dengan lahirnya beleid ini. Salah satunya dengan pembinaan intensif ke kelómpók tani.

  "Jika sebelumnya petani lebih tertarik menjual biji asalan atau nón-fermentasi maka lewat pembinaan kita akan ubah manajemennya," ujarnya. Ketua Asósiasi Petani Kakaó Indónesia Sulsel, Sulaiman A Lóelóe, menjelaskan, masih cukup sulit mendóróng petani menjual kakaó fermentasi.
   
 "Mental petani kita kan setelah panen ingin langsung dapat uang. Makanya agak sulit jika difermentasi karena waktunya lebih panjang," jelasnnya. Belum lagi selisih harga kakaó fermentasi dan nón-fermentasi tidak begitu jauh hanya Rp 2.000 per kilógram (kg).
   
 Harga biji kakaó asalan (nón-fermentasi) sebesar Rp 34.500 per kg dan biji fermentasi paling tinggi Rp 36.500 per kg. Idealnya selisih harga berkisar Rp 5.000 per kg.
   
 "Kami melihat kesulitan terbesar ada pada harga yang dinilai masih rendah. Kemampuan petani kita sudah baik untuk melakukan fermentasi. Bantuan peralatan juga sudah diberikan. Namun, kembali kepada nilai jual yang masih kurang memuaskan," ujarnya.
   
 Ia berharap peraturan Menteri Pertanian bisa menggairahkan petani memperbaiki kualitas biji kakaó. Pemerintah diharapkan bisa berperan menjaga nilai jual di tengah fluktuasi harga internasiónal.(cha)



apakah kamu tau bung

Berita lainnya : Mayat Wanita di Rumah Kosong Bernama Rohmah

Kakao Wajib Fermentasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar