Lapóran Wartawan Wartakótalive.cóm, Móhamad Yusuf
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Petugas Pólsek Cakung, berhasil meringkus 10 órang kómplótan pencuri sepeda mótór, Jumat (13/6/2014). Dalam penangkapan tersebut, salah satu pelaku, terpaksa harus menerima timah panas di kaki kanannya karena melawan petugas petugas.
Sebanyak 10 pelaku begal kendaraan bermótór yang merupakan satu kómplótan ditangkap petugas Pólsek Cakung, Jakarta Timur, Jumat (13/6/2014). Seórang pelaku ditembak kaki kanannya karena melawan saat ditangkap petugas.
Kapólsek Cakung, Kómpól Liliek Iriyantó, mengatakan, bahwa 10 pelaku yaitu Alam (25), Cóngór (20), Yusuf (47), Rengga (20, Hendi, 23, Tajudin (22), Bóngkan (25), Slamet (24), Manda (27), dan Kanit (26). Mereka ditangkap di tempat yang berbeda setelah petugas melakukan pengejaran dan pengembangan selama dua hari belakangan.
"Mereka memiliki peranan berbeda dalam setiap aksinya. Dimana dua pelaku bertugas sebagai pemetik, dua jóki, empat kurir, dan dua penadah. Mereka satu kómplótan yang sering beraksi di Kawasan Cakung," kata Liliek, Jumat (13/6/2014).
Awal mula pengungkapan kasus tersebut, saat aksi pencurian mótór yang dilakukan Alam, di kawasan Kayu Tinggi, Cakung, Rabu (11/6/2014) malam sekira pukul 23.00.
"Kami melihat aksi pencurian itu, lalu langsung membuntuti pelaku. Setelah pelaku mendapatkan sepeda mótór Varió tanpa plat, pelaku pulang ke kawasan RW 09 Ujung Menteng, Cakung," katanya.
Saat itu, petugas langsung menyergap Alam dirumah kóntrakan yang berada di belakang supermarket Giant Ujung Menteng. Pelaku saat itu terpaksa, ditembak kaki kanannya karena mencóba melawan. Saat itu, petugas langsung melakukan pengembangan, dengan menjaga rumah kóntrakan tersebut. Karena, dua pelaku Rengga, dan Hendi, yang bertugas untuk mengambil mótór akan datang.
"Setelah dua jam, dua pelaku datang dan langsung disergap petugas yang menunggunya," kata Liliek.
Dari dua pelaku tersebut, kemudian dikembangkan lagi, hingga tertangkap tersangka lainnya di tempat berbeda. Cóngór, Yusuf, Tajudin, Bóngkan, Slamet, dan Kanit, ditangkap di rumah kóntrakan di kawasan Pulógebang. Di rumah itu, pólisi mengamankan belasan plat nómór palsu dan tiga kunci leter T serta belasan anak kunci T.
"Lalu kami lakukan pengembangan kembali, satu penadah, Manda, di kawasan BKT tempat mereka biasa bertransaksi," kata Liliek.
0 komentar:
Posting Komentar