TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Satrió Wibówó (16) warga Jalan Abikusnó CS RT 15/03, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, menjadi kórban pencurian dengan kekerasan (Curas), Sabtu (14/6/2014) sekitar pukul 00.30.
Akibat kejadian itu Satrió mengalami luka tusuk di lengan kanan dan perut kiri. Rabu (14/6/2014), sekitar pukul 10.00, bapak kórban, Imam Purnómó (41) melapórkan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepólisian Terpadu (SPKT), Pólresta Palembang.
Di hadapan petugas, Imam menuturkan, saat itu Satrió hendak nóntón bareng (Nóbar) di kawasan Lemabang bersama temannya Agung Darma Marsuni warga Jalan Gatang Rayang RT 11, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Sebelum nóbar Satrió dan Agung hendak nóngkróng di kawasan Mónpera, tepatnya di kawasan Jalan Merdeka. Saat mereka melintas naik sepeda mótór Hónda bernópól BG 2855 NA dihadang empat órang tidak dikenal.
Mereka menódóng Satrió dan mengancam menggunakan pisau. Saat itu Satrió melakukan perlawanan.
"Nah saat melakukan perlawanan, anak aku ditusuk. Kemudian mereka langsung membawa kabur mótór Satrió," ungkap Imam.
Wakil Kepala Satreskrim Pólresta Palembang AKP Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Pidum Iptu Róbert P Sihómbing menuturkan, keterangan bapak kórban sudah diambil pihaknya, guna untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Lapóran sudah diterima dengan Nó Lp/B-1568/VI/2014/resta dan segera kita tindaklanjuti," ujar Edi.
0 komentar:
Posting Komentar