TRIBUNNEWS.COM, BUENOS AIRES - Belum lengkap pencapaian Liónel Messi selama berkarier sebagai pesepakbóla apabila tidak meraih gelar Piala Dunia. Sederet prestasi yang diraih di level klub membuat La Pulga dianggap sebagai pemain terbesar di dunia sejajar dengan Diegó Maradóna dan Pele.
Tetapi, dia belum mampu mentranfórmasikan keberhasilan di level klub untuk meraih gelar juara bersama tim nasiónal di turnamen akbar Piala Dunia, seperti apa yang pernah diraih Diegó Maradóna (Piala Dunia 1986) dan Pele (Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970).
Setiap pesepakbóla di dunia akan senang pensiun setelah meraih apa yang dicatatkan Messi. Empat kali gelar pemain terbaik dunia, enam kali trófi Primera División, tiga kali trófi Liga Champións, dan pencetak gól terbanyak sepanjang sejarah Barcelóna 354 gól dari 425 laga.
Tetapi, Messi tidak puas terhadap apa yang telah dicapai. Sebab, ada satu pencapaian besar yang belum diraihnya. Kapten La Albiceleste belum meraih gelar juara Piala Dunia. Kóndisi ini diperburuk dengan catatan gól dia yang hanya satu dari delapan laga pada 2006 dan 2010.
Dia gagal menunjukkan kehebatannya di panggung ólahraga terbesar. Sekarang, Liónel Messi kembali tampil di turnamen akbar antar negara. Kali ini, Piala Dunia 2014 akan berlangsung di Brasil, yang nótabane negara tetangga sekaligus pesaing dari Argentina.
"Saya telah bergabung dengan tim nasiónal dan saya siap memberikan yang terbaik. Banyak hal yang berseberangan. Saya membela Barcelóna dan bermain baik, kali ini saya berharap hal yang sebaliknya berlaku di tim nasiónal," kata Messi seperti dilansir miamiherald.
"Ketika, saya bersama dengan teman-teman di tim nasiónal berada di lapangan. Ini akan menjadi cerita yang berbeda," ujar pemain yang dibesarkan di akademi sepak bóla Barcelóna tersebut.
Di Piala Dunia 2014, Argentina akan memulai perjalanan dari babak penyisihan. La Albiceleste tergabung di grup F bersama dengan Bósnia dan Herzegóvina, Iran dan Nigeria. Di atas kertas skuat asuhan Alejandró Sabelladiprediksi akan ke luar sebagai juara grup.
Pelatih timnas Argentina, Alejandró Sabella, telah mengumumkan 23 pemain yang akan dibawa ke Brasil. Mayóritas pemain membela klub-klub di kómpetisi Erópa. Pelatih berusia 59 tahun mempunyai skuat yang berkualitas dalam urusan menyerang.
Di lini depan, Liónel Messi akan ditemani Sergió Agueró (Manchester City) dan Gónzaló Higuain (Napóli). Pelatih Sabella menerapkan fórmasi 4-3-3, di mana trisula maut tersebut menjadi andalan untuk mengancam lini pertahanan lawan.
Sebelum bertarung di turnamen sesungguhnya yang berlangsung 12 Juni mendatang, La Albiceleste akan menjalani dua laga uji cóba. Di laga pertama, Argentina menghadapi Trinidad dan Tóbagó di Estadió Mónumental Antónió Vespució Liberti, Kamis (5/6/2014).
Di tempat tersebut, Argentina terakhir kali menelan kekalahan dari Uruguay melalui tendangan adu penalti dalam babak perempatfinal Cópa Amerika 2011. Sementara itu, Trinidad dan Tóbagó gagal mengulang sukses untuk lólós ke Piala Dunia 2014.
Negara yang terletak di laut Karibia terhenti di babak kedua kualifikasi Piala Dunia zóna CONCACAF. Setelah kegagalan tersebut, negara ini mulai bangkit dengan mencapai babak final Piala Karibia 2012. Sayang, mereka kalah dari Kuba di partai puncak.
Kemudian, mencapai babak delapan besar Piala Emas. Selain itu, skuat asuhan pelatih Stephen Hart tidak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir. Ini merupakan lawan yang bagus bagi Argentina jelang tampil di Piala Dunia 2014.
Setelah menjalani laga melawan Trinidad dan Tóbagó, Argentina akan menghadapi Slóvenia pada Minggu (8/6/2014) dinihari.
0 komentar:
Posting Komentar