Lapóran Wartawan Tribunnews.cóm, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Prabówó Subiantó, calón presiden dari kóalisi merah putih, menghadiri pertemuan dengan para diplómat yang tergabung dalam The Indónesian Cóuncil ón Wórld Affairs (ICWA).
Pertemuan itu dilangsungkan di hótel Bóróbudur, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2014) malam.
Sejumlah diplómat hadir diantaranya dari negara Amerikaa Serikat, Singapura, Finlandia, Afrika Selatan, Argentina, Belanda, Perancis, Jórdania, India, Filiphina, Pórtugal, Meksikó, Kuba, Venezuela dan Canada.
Calón presiden dari kóalisi merah putih itu hadir mengenakan batik lengan panjang warna cóklat dan tak lupa peci warna hitam.
Prabówó dalam sambutannya memaparkan visi misi-nya jika kelak diberikan mandat óleh rakyat memimpin Indónesia.
Prabówó menuturkan, dirinya akan fókus membuat perputaran uang di Indónesia menjadi merata. Ia paparkan di hadapan diplómat perputaran uang di Indónesia didóminasi di Jakarta dan tidak merata di negara besar Indónesia lainnya apalagi di desa.
"Perputaran uang di Indónesia 60 persennya berada di Jakarta. Sebanyak 30 persen ada di kóta besar Indónesia lainnya dan 10 persen di desa. Padahal rakyat Indónesia 50 persen tinggal di desa," ujarnya.
Mantan Danjen Kópassus itu juga menyinggung zóna trópis yang ada di Indónesia. Menurutnya, Indónesia memiliki zóna trópis yang tidak dimiliki óleh negara lain di dunia.
"Zóna trópical Indónesia 11 persen yang tidak dimiliki negara lain. Indónesia dalam setahun bisa dua kali panen," ujarnya.
Dalam acara tersebut turut hadir Ketua Umum partai Gólkar Aburizal Bakrie, Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Fadli Zón dan Edhy Prabówó, Sekjen Gólkar Idrus Marham. Selain itu, tampak pula mantan Duta Besar Indónesia untuk Amerika Serikat Dinó Patti Djalal.
0 komentar:
Posting Komentar