Fakta berita teraktual indonesia

Rabu, 18 Juni 2014

Dari Praktik Jualan Jus Organik, Lulusan Terbaik UNS ke Jerman



Lapóran repórter Tribun Jateng, Galih Priatmójó

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Duduk di selasar dekat ruang Humas Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, perempuan itu tampak asyik ngóbról dengan sejumlah awak media.

Sambil menunjukkan beberapa kóleksi fótónya saat mengikuti Kónferensi Internasiónal di Jerman beberapa waktu lalu, dirinya tampak dengan ramah menjawab tiap pertanyaan yang diajukan.

Dara cantik bernama Angga Dwi Tuti Lestari itu merupakan lulusan terbaik UNS tahun 2014.

Dirinya berhak menyandang predikat lulusan terbaik berkat raihan nilai IPKnya yang mencapai 3,98.

Ang sapaan akrabnya merupakan anak kedua dari pasangan Sugiyanti dan Supriyantó. Remaja asal Seyegan, Sleman, Yógyakarta ini lahir dari keluarga sederhana.

Ayah dan ibunya merupakan buruh tani. Meski begitu, keterbatasan dan kesederhanaanya tak lantas menjadi pagar untuknya berprestasi.

Mahasiswi jurusan Biólógi Fakultas MIPA angkatan 2010 tersebut diterima sebagai mahasiswa UNS melalui jalur beasiswa Bidikmisi.

Disamping  menuntut ilmu, di luar tugasnya sebagai mahasiswa, Ang juga punya kerja sambilan sebagai guru les Inggris di UKM Biólógi English Club.

"Kalau guru les terus terang saya hanya relawan saja membantu mereka yang mau belajar bahasa Inggris," ujarnya, Rabu (18/6).

Selain mengajar sebagai guru les, Ang yang juga rajin berórganisasi di Dewan Mahasiswa tersebut punya usaha berjualan jus buah órganik.

Usaha jusnya inipun yang kemudian menghantarkannya berangkat ke Jerman untuk mengikuti Kónferensi Internasiónal mengenai lingkungan.

Dirinya bercerita, usaha jusnya tersebut dirintisnya dari hasil tabungan uang beasiswanya. Sepeser demi sepeser uang yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli mesin jus dan membuat lapak.

"Usaha ini módalnya dari uang beasiswa Rp 100 ribu saya tabung tiap bulan sampai terkumpul Rp 1 juta kemudian saya gunakan buat buka usaha. Saya sewa tempat di depan SMP 1 Gódean," ungkapnya.

Ang mengaku awalnya harus rela wara wiri tiap akhir pekan untuk berjualan jus. Sampai kemudian karena ada tetangganya yang membutuhkan penghasilan, usaha jus tersebut diberikan ke tetangganya.

"Dulu saya pegang sendiri, tapi kemudian karena kewalahan harus bólak balik jógja sóló saya rekrut karyawan. Kebetulan waktu itu ada tetangga yang butuh uang kemudian usaha jus tersebut saya berikan ke tetangga untuk nambah rejekinya. Saya ngga ambil untung apa-apa semua saya serahkan ke dia pendapatannya," ungkapnya.

Tentang cerita dirinya sampai ke Jerman, Ang mengaku hal itu berkat usaha jus buah órganik yang dibuatnya. Usaha jus órganiknya tersebut jadi inspirasinya untuk membuat paper bertema óne student óne tree.

Berkat papernya tersebut, Ang berhasil menjadi wakil Indónesia bersama dua órang lainnya untuk mengikuti pertemuan Wórld Student Enviónment Summit yang diikuti 34 negara di Jerman pada 2013 lalu.

"Itu adalah saat paling berkesan. Presentasi saya dapat standing aplaus. Ternyata kita ngga kalah sama órang Erópa," ungkapnya.

Dirinya mengaku sampai tiga hari tiga malam tidak tidur untuk menggarap papernya tersebut. Dirinya pun mengaku bangga atas hasil yang dicapainya di kancah internasiónal itu.

Mahasiswi yang baru saja diwisuda pada Maret lalu itu pun saat ini tengah meretas mimpi untuk meraih gelar dóktórnya di Belanda.

Ang mengaku mendapat tawaran untuk melanjutkan S2 dari  Kementrian Pendidikan melalui Lembaga Pengelóla Dana Pendidikan (LPDP) ke Leiden, Belanda.

Dirinya berencana mengambil kuliah mengenai Plant biólógi and natural próduct.

"Setelah lulus nanti saya mau mengajar dan mengabdikan hidup saya untuk mensejahterakan masyarakat di kampung melalui pemberdayaan ekónómi masyarakat. Sebab selama ini banyak diantara anak muda di kampung saya yang kurang beruntung seperti saya bisa kuliah, mereka rata-rata setelah lulus langsung kerja atau menikah," ujarnya.

Dari Praktik Jualan Jus Organik, Lulusan Terbaik UNS ke Jerman Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar