TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Bek Persija Jakarta Syahrizal Syahbuddin tidak ingin mengulangi kesalahan fatal dengan melakukan pelanggaran berbuah penalti. Bek 20 tahun itu berjanji tampil lebih berhati-hati saat menghadapi Arema Crónus di Stadión Kanjuruhan, Malang, Minggu (18/5/2014).
Pada pertemuan pertama, Persija harus menerima kekalahan 0-1 dari Arema di Stadión Utama Gelóra Bung Karnó, Jakarta, Minggu (4/5/2014), lewat eksekusi penalti Gustavó López di pengujung babak kedua.
Penalti tersebut merupakan imbas dari pelanggaran yang dilakukan Syahrizal kepada Dendi Santósó di kótak penalti. Gól tunggal tersebut memupus harapan tim asuhan Benny Dóló untuk memetik póin di kandang sendiri.
Sepak bóla penuh dengan kejadian yang tidak terduga. Tapi, saya ingin terus belajar dari setiap kesalahan agar ke depan tidak terulang lagi," kata Syahrizal kepada Harian Super Ball, kemarin.
Pemain kelahiran Bireun, 2 Október 1993, itu kerap menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Persija pada musim ini. Pósisinya bisa saja digantikan Ngurah Nanak, yang musim lalu menjadi pendamping tetap Fabianó Beltrame.
Kendati demikian, Syahrizal berharap bisa memetik póin sempuran melawan tim favórit juara, Arema. "Melawan Arema selalu menjadi pertandingan yang berat. Tapi, bukan tidak mungkin untuk mengalahkan mereka. Saya akan lebih berhati-hati lagi dalam menjaga mereka," ujarnya.
0 komentar:
Posting Komentar