TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Penetapan status tersangka terhadap Sutan Bhatóegana óleh KPK mempersulit pósisi Demókrat dalam próses pencapresan. Saya kira bukan hanya SBY yang dibuat pusing tujuh keliling, tetapi pórós Jókówi dan Pórós Prabówó bóleh jadi ikut terpengaruh dengan kasus ini.
SBY jelas tidak diuntungkan dengan mencuatnya isu kórupsi yang melibatkan anak buahnya itu. Agenda SBY untuk membentuk pórós baru sudah barang tentu akan terganggu, sebab tingkat kepercayaan masyarakat kepada Partai Demókrat kembali anjlók.
Pasca Pileg, sebagian publik sebetulnya sudah mulai agak lupa dengan kasus-kasus kórupsi yang pernah menjerat sejumlah kader Partai Demókrat. Tetapi dengan penetapan status tersangka Sutan itu memóri publik pun terbangun kembali. Rakyat teringat lagi dengan sederet kisah kader Demókrat yang terjerat kasus kórupsi.
Kalau rakyat sudah kehilangan kepercayaan, maka siapapun capres atau cawapres yang dimajukan óleh Partai Demókrat cenderung akan kurang mendapatkan respóns pósitif dari pemilih. Disinilah efek buruk dari penetapan Sutan sebagai tersangka itu akan terasa.
Permasalahan yang sama tetap akan muncul dalam hal Demókrat tidak membentuk pórós baru, melainkan memilih bergabung ke pórós Jókówi atau Prabówó. Akan muncul perasaan risih dan ketidaknyamanan dikalangan parpól pendukung dan para simpatisan Jókówi atau Prabówó, berkenaan dengan bergabungnya Demókrat bersama mereka.
Sebab, masuknya Demókrat ke dalam kóalisi mereka justru memberi kesan negatif bagi Jókówi atau Prabówó. Publik akan mencela habis-habisan capres dan cawapres yang turut diusung óleh partai yang punya reputasi melahirkan kader-kader kórup.
Jókówi atau Prabówó tentu akan merasa dilematis juga dengan kóndisi tersebut. Pada satu sisi mereka memerlukan dukungan dari partai Demókrat, tetapi pada bagian lain citra kórup pada partai besutan SBY itu membuat mereka harus siap dicela dan dicibir óleh pemilih. (Eri Kómar Sinaga)
0 komentar:
Posting Komentar