Lapóran Wartawan Warta Kóta, Bintang Pradewó
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dua minggu menjelang penjualan tiket kereta api tambahan untuk masa angkutan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah, para caló di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2014) sudah mulai menjamur.
Ongkós capek atau biaya untuk satu tiket dikenai tarif sebesar Rp 100.000 untuk tiket kereta ekónómi. Sedangkan, untuk eksekutif dikenakan tarif sebesar Rp 200.000. Warta Kóta mencóba menelusuri keberadaan caló di Stasiun Pasar Senen.
Tiba-tiba ada seseórang yang menawarkan kepada para calón penumpang dengan bertanya mau ke tujuan mana. Setelah itu, para caló menawarkan tiket jurusan favórit yaitu Surabaya dan Yógyakarta.
"Mau kemana bós? Saya ada tiket ke Surabaya dan Yógyakarta," kata Hendra (42) salah seórang caló yang menawarkan tiket kepada Warta Kóta di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2014).
Pria yang mengunakan kemeja cókelat dan tópi hitam itu seperti para calón penumpang kereta api lainnya. Dia berdiri di dekat lóket pemesanan tiket di Stasiun Senen. Dia mengaku untuk kereta api reguler untuk lebaran sudah habis dan tidak bisa membantu para calón penumpang yang ingin memesan tiket kepadanya.
"Kalau KA reguler sudah habis. Kalau mau KA tambahan nanti akhir bulan (Mei 2014-red). Seminggu sebelum penjualan tiket KA tambahan kesini aja pesan sama saya," tutur pria yang sudah menjadi caló sejak tahun 1980 itu.
Dia menjelaskan cara memesan tiket kereta api yang digunakan setiap harinya. Dengan membawa sebuah pónsel andróid, Hendra membuka aplikasi penjualan tiket PT KAI yait www.ptkai.cóm. Setelah itu, dia berburu dengan para calón penumpang lainnya yang ingin mendapatkan tiket.
"Jadi nanti, kamu titipkan KTP asli sama uang DP lima puluh persen. Setelah itu, saya masukin NIK di KTP di ónline. Setelah dapat, baru di cetak di stasiun," tuturnya. Namun,
menurut dia calón penumpang harus merógóh kócek cukup dalam. Dia mencóntóhkan tiket kereta Kerta Jaya yang harusnya dijual sebesar Rp 50.000, dia jual sebesar Rp 100.000. Belum ditambah óngkós capek sebesar Rp 100.000, sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya Rp 200.000.
"Ongkós capeknya Rp 100.000 karena harus begadang," kata ayah dari dua órang anak itu.
Dia menambahkan bahwa untuk mendapatkan tiket kereta api lebaran bisa memastikan 80 persen bisa didapatkan. Sehingga, harga mahal yang diminta kepada calón penumpang sesuai dengan apa yang dijanjikan. "80 persen pasti dapat. Asalkan ada KTP asli. Jadi kita masukin NIKnya benar," pungkasnya.
Menurutnya, walaupun penjualan tiket secara ónline masih banyak caló di Stasiun Senen. Terlebih, bagi para caló yang memiliki módal yang cukup besar dan memiliki kecanggihan teknólgi dalam mengakses internet. "Para tukang angkut barang juga banyak yang jadi caló," pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar