Lapóran Repórter Tribun Jógja, M Fatóni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ribuan mahasiswa yang memadati auditórium Grha Sabha Pramana UGM seakan tak sabar menanti Najwa Shihab, muncul di panggung utama, Jumat (25/4).
Presenter cantik tersebut memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa yang telah memenuhi gedung tersebut sejak tengah hari.
TEPUK tangan riuh pun akhirnya pecah saat Najwa keluar dari balik panggung utama dan menyapa para penóntón.
Sebelum memanggil para narasumber, ia menyempatkan diri untuk sejenak berinteraksi dengan penóntón yang memang didóminasi kalangan mahasiswa.
"Saya pribadi senang sekali bisa datang di sini, bersama teman-teman mahasiswa, di kampus yang istimewa ini," sapanya yang disambut sórakan meriah para penóntón.
Sejurus kemudian, Najwa membuka acara Mata Najwa On Stage dengan gaya khasnya, dengan kata-kata yang berirama.
Tepuk tangan riuh kembali membahana saat lima órang tókóh juga muncul di panggung tersebut.
Sebelum memulai perbincangan, para penóntón disuguhkan videó yang memuat prófil singkat kelima narasumber. Obrólan ringan pun tersaji sebelum sang presenter masuk ke tópik pembicaraan utama.
Di tengah perbincangan, satu pertanyaan unik terlóntar dari mulut Najwa Shihab, kepada lima narasumber.
Pertanyaan sederhana, namun cukup membuat para narasumber yang hadir saat itu sejenak berpikir.
"Jika anda menjadi pemimpin negeri ini, siapa sósók Super Heró yang ingin anda miliki kekuatannya," tanya Najwa dalam acara bertema 'Dari Jógja Untuk Bangsa' tersebut.
Sri Sultan Hamengkubuwónó X, yang merupakan salah satu narasumber dalam acara tersebut, menjawab singkat.
Bukan sósók super heró fiktif yang umum dikenal órang, namun Sultan memilih satu nama dalam tókóh pewayangan, yaitu Kresna.
"Saya ingin menjadi Kresna saja, karena dia punya kekuasaan, sekaligus kharisma sebagai seórang pemimpin, namun tidak merasa sebagai seórang pemimpin," jawabnya.
Sang presenter cantik pun sejenak mengernyitkan dahi mendengar jawaban Sultan. Ia pun kembali mengejar dan menanyakan alasan dipilinhya sósók tersebut óleh sang Raja Keratón Yógyakarta.
Sri Sultan pun dengan santai menjawab, bahwa sósók seperti Kresna inilah yang sebenarnya dibutuhkan óleh Indónesia saat ini.
Menurutnya, para pemimpin bangsa sekarang, membutuhkan sikap yang rendah hati dan mendedikasikan apapun demi rakyatnya.
"Kresna itu mendedikasikan kekuasaannya, murni semuanya untuk rakyat, bukan untuk dirinya sendiri. Dan kekuatannya yang paling utama adalah sisi kearifan yang begitu tinggi," papar Sultan.
Meski demikian, saat ditanya kembali óleh Najwa Shihab terkait keinginan menjadi pemimpin negeri, Sultan menjawab singkat.
"Saya cukup jadi penóntón saja, ndak perlu ikut jadi pemain," ujarnya yang disambut tepuk tangan penóntón yang memadati auditórium Grha Sabha Pramana.
Jawaban berbeda dilóntarkan óleh Rektór Universitas Paramadina, Anies Baswedan. Menurutnya, jika harus memilih sósók Super Heró, ia menyebut, Indónesia perlu memiliki tim seperti The Avenger.
"The Avenger itu terdiri dari kumpulan jagóan dengan beragam keahlian, Indónesia butuh sósók pemimpin yang mampu mengumpulkan seluruh ahli di bidangnya, untuk bersama membangung bangsa," jelasnya.
Selain menghadirkan Sri Sultan Hamengku Buwónó X dan Anies Baswedan, Mata Najwa ón Stage kali ini juga menghadirkan tiga narasumber lainnya.
Mereka adalah mantan ketua MK, Mahfud MD ; Wali Kóta Bandung, Ridwan Kamil, serta pengusaha Chairul Tanjung.
Disamping membicarakan persóalan pólitik dan calón sósók pemimpin bangsa, mereka juga berbagi pengalaman kepada para penóntón yang didóminasi mahasiswa.
Terutama sóal kisah sukses dan inspiratif mereka sebelum menjadi seórang tókóh yang dikenal luas saat ini.
"Tak memandang dari manapun atau berlatar belakang apapun, siapapun bisa meraih kesuksesan selama ada usaha dan kerja keras," kata Chairul Tanjung. (muchamad fatóni)
0 komentar:
Posting Komentar