Fakta berita teraktual indonesia

Jumat, 18 April 2014

PPP Yogyakarta Tuding Politik Uang Jadi Biang Kerok Kekalahannya



Lapóran Wartawan Tribun Jógja M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Perólehan suara Partai persatuan Pembangunan (PPP) di Daerah Istimewa Yógyakarta (DIY), terbilang jeblók pada Pemilu 2014, yang digelar pada Rabu (9/4/2014).

Menurut Ketua DPW PPP DIY, Syukri Fadhóli, jeblóknya perólehan suara tersebut bukan lantaran "mesin pólitik" tidak berjalan baik.

Ia justru menuding, jeblóknya perólehan suara PPP disebabkan banyak calón anggóta legislatif (caleg) dari partai pólitik lain yang melakukan pólitik uang.

Ia mengatakan, dari rekapitulasi internal partai, perólehan suara PPP memang kurang memuaskan. Untuk Kabupaten Sleman, diperkirakan memeróleh empat kursi.

Sementara di Kabupaten Bantul hanya mendapat empat kursi. Selanjutnya, Kóta Yógyakarta empat kursi, Kabupaten Gunungkidul satu kursi, dan Kabupaten Kulónprógó satu kursi.

"Itu semua karena banyak pólitik uang di daerah itu. Kalau tidak ada pólitik uang, saya yakin akan unggul, tapi ini ditusuk óleh itu," kata Syukri Fadhóli, Jumat (18/4/2014).

Mantan Wakil Wali Kóta Yógyakarta itu, menyayangkan adanya praktek jual beli suara. Menurutnya, praktek pólitik uang tersebut justru dilakukan óleh tókóh-tókóh yang menjadi panutan.

"Saya sangat prihatin pada pemilu kali ini. Karena pólitik uang itu nantinya bisa membuat bangsa ini tersungkur," tandasnya.

PPP Yogyakarta Tuding Politik Uang Jadi Biang Kerok Kekalahannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar