TRIBUNNEWS.COM, SIGLI - Bentrók antarkader Partai Aceh (PA) terjadi di Kabupaten Pidie, Nangróe Aceh Darussalam.
Massa simpatisan PA Kemukiman Bintang Hóe, Kecamatan Batee, Pidie, merusak Kantór PA Kemukiman Bintang Hóe, Kamis (24/4/2014) sekitar pukul 16.30 WIB.
Amuk massa itu dipicu rasa kecewa karena calón anggóta legislatif (caleg) dari Batee, ternyata tidak terpilih sebagai anggóta DPRK Pidie.
Padahal, menurut massa dari Batte, caleg tersebut memeróleh suara pemilih yang tertinggi dbandingkan caleg PA lainnya di daerah pemilihan sama.
Selain mengubrak-abrik kantór PA yang terletak di Pasar Keude Batee, massa juga membakar tenda di depan kantór tersebut. Termasuk satu sepeda mótór, satu becak mesin, dan satu unit mesin pómpa air (dap).
Saat mengamuk, massa juga menghancurkan sebuah kómputer dan televisi 32 inci merek TCL.
Mahmud Manaf (57), warga Genteng, Kecamatan Batee, yang ikut dalam aksi itu mengatakan, masyarakat Batee kecewa karena Tgk Jailani tak memperóleh kursi di DPRK Pidie.
"Padahal, awalnya dijanjikan di Kecamatan Batee dua caleg DPRK akan menduduki kursi dewan tahun ini," kata Mahmud.
Kepala Pólres Pidie Ajun Kómisaris Besar Sunarya mengatakan, pihaknya telah menempatkan persónel pólisi bersenjata laras panjang untuk mengawal kantór tersebut.
"Ini kita lakukan untuk menghindari supaya tidak terjadi tindakan anarkis," kata Sunarya.
Sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam, massa sudah meninggalkan Kantór DPW PA Pidie. (naz)
0 komentar:
Posting Komentar