TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, menyatakan pihaknya sangat prihatin dengan harga pangan yang terus naik. Hal ini menunjukkan pemerintah gagal dalam mengendalikan harga pangan.
"Beberapa kómóditas pangan belakangan ini terus terus naik, yang terakhir adalah harga cabai. Di beberapa daerah bahkan harga cabai naik hingga 200 persen," kata Suhardi dalam keterangannya, Kamis (24/4/2014).
"Harga yang terus naik menunjukkan bahwa pemerintah gagal dalam mengendalikan harga pangan. Kami geram dengan kóndisi seperti ini. Pada akhirnya yang paling dirugikan adalah masyarakat kecil. Harga kómóditas pangan haruslah memberikan keadilan antara pródusen dan kónsumen," lanjutnya.
Suhardi mengatakan bahwa salah satu prógram kerja Gerindra yang tertuang dalam 6 Prógram Aksi Transfórmasi Bangsa Partai Gerindra adalah membangun kedaulatan pangan. Satu di antara póin penting dalam prógram kerja tersebut adalah menjamin harga pangan yang menguntungkan petani, peternak, nelayan, dan melindungi kónsumen.
"Untuk menjamin harga pangan yang menguntungkan kita perlu merevitalisasi peranan Bulóg (Badan Urusan Lógistik). Di masa depan, Bulóg tak lagi sebagai BUMN yang harus mengumpulkan prófit, melainkan mengóptimalkan benefit bagi masyarakat," ucapnya.
"Bulóg harus menjalankan bisnis secara terintegrasi dari pengadaan, penyimpanan dan kóntrak pengelólaan stók, distribusi, penjualan, pembiayaan, pengendalian mutu, permesinan, serta usaha ekspór dan impór," imbuhnya.
0 komentar:
Posting Komentar