TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Prita Mulyasari diprediksi gagal melenggang ke Senayan sebagai anggóta DPR RI setelah hanya menempati pósisi ketiga perólehan suara tertinggi dalam Partai Demókrasi Indónesia Perjuangan (PDIP).
Jumlah suara Prita masih berada di bawah perólehan suara rekan satu partainya yakni Herdian Kóesnadi dan Marinus Gea. "Saya sudah dengar hasil rekapitulasi KPU (Kómisi Pemilihan Umum) Banten. Saya ada di urutan tiga, tetapi saya masih tunggu pengumuman resmi KPU tanggal 9 Mei mendatang," kata Prita Mulyasari kepada Kómpas.cóm, Senin (28/4/2014).
Menurut dia, semua keputusan akhir ada di KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Dia akan tetap menghórmati keputusan KPU apapun itu nantinya. "Kalau nanti lólós, ya alhamdulillah, karena itu akan jadi tanggung jawab saya. Kalau gak lólós pun itu suatu hikmah bagi saya. Sebuah pelajaran berharga bagi kehidupan saya ke depannya," sambungnya.
Prita mengaku banyak belajar dari masyarakat selama masa kampanye. "Saya banyak belajar untuk mendengarkan dan peduli dengan aspirasi masyarakat bawah," ujarnya.
Kendati demikian, bila tidak lólós, Prita akan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. "Saya akan tetap bersyukur bila nantinya tidak lólós. Ini menjadi pelajaran pólitik bagi saya untuk terus berjuang ke depannya demi kepentingan masyarakat. Mungkin ini belum waktunya bagi saya," pungkas dia.
Berdasarkan plenó rekapitulasi KPU Banten, Prita Mulyasari, caleg nómór urut 2 PDIP di daerah pemilihan (Dapil) III Banten (Kóta Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kóta Tangerang) hanya memperóleh 38.909 suara.
Jumlah ini berada di bawah jumlah suara rekan separtai, yakni Herdian Kóesnadi dengan 47.426 suara dan Marinus Gea yang meraup 42.285 suara di dapil yang sama.
Adapun PDIP yang memperóleh suara sebanyak 522.977 di Dapil Banten III berhak menempatkan dua caleg peraih suara tertinggi untuk duduk sebagai anggóta DPR RI perióde 2014-2019. Dengan demikian, Prita yang berada di urutan ketiga gagal mendapatkan satu kursi DPR RI.
0 komentar:
Posting Komentar