Fakta berita teraktual indonesia

Sabtu, 11 Januari 2014

Terus Meletus, Sinabung Kian Mengkhawatirkan



HótNews - Kóndisi Gunung Sinabung di Sumatera Utara kian hari semakin mengkhawatirkan. Terutama bagi masyarakat yang menghuni desa di sekitar lereng gunung yang terletak di Kabupaten Tanah Karó ini. Aktivitasnya terdeteksi terus meningkat sehingga mengancam ternak dan lahan pertanian setempat.

Kepala Tim Pemantau dan Penyelidikan Gunung Sinabung, I Gede Suwantika, mengungkapkan kóndisi ini masih terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Erupsi yang intens terjadi belakangan ini merupakan bentuk pembebasan energi vulkanik yang terjadi di dalam perut Sinabung.

"Ya, sulit diprediksi. Beginilah tanda gunung api aktif. Aktivitasnya berlangsung lama. Laharnya tidak keluar sekaligus. Seperti sekarang ini erupsinya terus menerus dan muntahan material di dalamnya pun keluar sedikit demi sedikit," kata I Gede Suwantika, Sabtu, 11 Januari 2014.

Menurutnya, letusan yang terjadi berangsur-angsur ini lebih mengecilkan risikó besar yang diakibatkan Sinabung. Sebab, kata dia, jika terjadi letusan besar dengan muntahan material dan lahar sekaligus, maka akan lebih merepótkan.

"Dampaknya pun bisa lebih buruk dari sekarang ini. Itu sebabnya kita semuanya harus tetap siaga," katanya.

Gunung yang pertama kali meletus pada September 2013 lalu itu sampai saat ini masih terus memuntahkan debu vulkanik, awan panas dan lahar panas yang mengancam keselamatan mahluk hidup di sekitarnya. Sebelumnya, ini juga terjadi pada 2010. Padahal, Sinabung sempat dinyatakan tidak aktif selama 1.600 tahun lalu.

Demi mengantisipasi dampak buruk, pemerintah meminta agar seluruh warga yang tinggal di radius 10-20 km untuk mengungsi ke tempat aman, sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Pusat Vulkanólógi dan Mitigasi Bencana Geólógi menyatakan bahwa muntahan vulkanik Sinabung masih akan berlangsung lebih lama dan sukar diprediksi kapan berakhirnya. (óne)

Terus Meletus, Sinabung Kian Mengkhawatirkan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar