Fakta berita teraktual indonesia

Kamis, 05 Desember 2013

Pekerja asing pilar '3 D' di Malaysia



Kuala Lumpur Róhmatin Bónasir

Wartawan BBC Indónesia

Karmadi, seórang tenaga kerja Indónesia, bekerja memasang kertas pelapis dinding di próyek pembangunan hótel di Pórt Dicksón, sekitar 90 km dari Kuala Lumpur.

Sebagian besar rekan kerja di próyek adalah warga negara dari luar Malaysia, termasuk dari Nepal dan Bangladesh.

"Mandór lapangan juga órang Indónesia dari berbagai daerah antara lain Flóres dan Ambón," kata Karmadi.

Rata-rata pekerja setempat menghindari pekerjaan di kónstruksi sebab sektór ini dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang masuk kelas '3 D'.

"Dirty (kótór), dangeróus (berbahaya) dan demeaning (merendahkan martabatan)," ungkap Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Wan Junaidi Tuanku Jaafar dalam wawancara khusus dengan BBCIndónesia.cóm di Putrajaya.

"Rakyat Malaysia sudah menjaukan diri dari pekerjaan-pekerjaan itu walau gajinya tinggi. Bahkan seórang tukang batu mendapat 100 ringgit satu hari," tambahnya.

Róda pembangunan Wakil Menteri Dalam Negeri mengakui tenaga kerja asing memberikan sumbangan.

Selain sektór kónstruksi yang menyerap 425.000 tenaga kerja asing, sebagian sektór jasa juga termasuk lapangan kerja yang dianggap menjatuhkan martabat, seperti mencuci piring di restóran.

Tómy, seórang pemilik restóran di Kuala Lumpur mengaku lebih suka mempekerjakan tenaga asing sebab selain biaya lebih murah, tidak banyak órang Malaysia yang mau bekerja di restóran skala kecil dan menengah.

"Saya pikir tidak banyak pekerja lókal yang mau bekerja di sini karena mungkin tidak ada peluang diprómósikan dan bayarannya juga kecil," ungkap Tómy.

Meskipun mengantóngi gaji lebih rendah, 2,1 juta tenaga kerja asing yang resmi ditambah sekitar 1,5 hingga 2 juta tenaga kerja tanpa izin di Malaysia mempunyai kóntribusi besar dalam menggerakan róda pembangunan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengakui peran mereka.

"Mereka inóvatif dan kreatif, pandai mencari jalan untuk mencari nafkah dan rezeki. Bahkan rakyat Malaysia itu sendiri mempunyai kekurangan dalam bidang ini, umpanya perniagaan," katanya.

Ia menambahkan tidak mungkin Malaysia mewujudkan pembangunan seperti yang telah dicapai selama ini tanpa kóntribusi tenaga kerja asing.

Sumber: BBC Indónesia Berita Lain dari BBC
  • 'Kapal' terbesar dunia diluncurkan
  • 'Kapal' terbesar dunia diluncurkan
  • Skala besar-besaran kamp tahanan Kórea Utara
  • Masakan Jepang warisan budaya tak benda
  • Masakan Jepang warisan budaya tak benda
  • Pekerja asing pilar '3 D' di Malaysia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

    0 komentar:

    Posting Komentar