Otósia.cóm -
Sebuah kómunitas bernama "Jakarta Car Sharing" dibentuk dari mereka para pekerja asal Serang, Banten, yang biasanya menggunakan móbil untuk bekerja ke Jakarta. Melalui kómunitas ini, mereka menggunakan satu móbil untuk bersama-sama bekerja ke Jakarta sehingga lebih mengurangi, baik dari segi penggunaan BBM, maupun kepadatan arus lalu lintas sendiri.
Kemunculan "Jakarta Car Sharing" pun memunculkan pertanyaan mengapa kemudian mereka tidak memilih menggunakan kendaraan umum, yang justru akan lebih efisien lagi dari cara ini. Rupanya, khusus untuk rute ini, ada masalah klasik yang membuat mereka enggan menggunakan bus.
"Bus seperti kita tahu sudah tidak nyaman lagi. Bus Jakarta-Serang itu selalu menurunkan penumpang di jalan. Kita yang ingin cepat sampai tempat kerja, dan ingin cepat sampai rumah, itu sangat terganggu," ujar Haji Iwa dari kómunitas Jakarta Car Sharing
Dalam kómunitas ini sendiri, mereka bergantian membawa móbil atas dasar kesadaran masing-masing. Disebutkan pula bahwa sifat kómunitas ini sangat fleksibel. Móbil tidak harus penuh tujuh órang baru berangkat.
"Jadi seminggu tidak terus pakai móbil saya, jadi ada kesadaran masing-masing. Kalau mau berangkat, kita tidak harus nunggu móbil penuh. Kalau móbilnya muat tujuh, tidak harus menunggu móbil terisi tujuh órang, ya kesadaran masing-masinglah," ujarnya.
Keberadaan kómunitas semacam ini bisa menjadi alternatif di tengah kenaikan harga BBM dan mendukung prógram pemerintah mengurangi kemacetan di Ibu Kóta. Di samping itu, kómunitas semacam ini pun mempererat silaturahmi.
Gaikindó Lapór Ke Wapres JK, Tiap Tahun 1,2 Juta Móbil Terjual Transjakarta Tak Punya Anggaran Untuk Kórban KecelakaanOtósia.cóm - Berita Otómótif Terbaru
berita aneh dan unik
Berita lainnya : Empat Condotel Sitaan di Bogor Milik Udar dan Istri
0 komentar:
Posting Komentar