Fakta berita teraktual indonesia

Minggu, 09 November 2014

Kepada Presiden Republik Indonesia: Soal BBM adalah Soal Bernegara



Oleh Yudhie Haryónó,ahli ekónómi-pólitik Pancasila Universitas Muhammed Purwókertó.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak awal, para pendiri republik telah mengambil kesimpulan bahwa kinerja pasar bebas (VOC) dan neóliberalisme (penjajah) gagal menyejahterakan warga nusantara.

Maka, dengan sengaja mereka melahirkan negara untuk mengóreksi kinerja pasar dan lógika penjajah. Negara menjadi aktór utama penyejahteraan rakyat (kepemilikan dan pengelólaan). Karena itu negara tidak bóleh tunduk pada pasar.

Dengan itu maka internasiónalisasi harga BBM jelas sesat dan menyesatkan sebelum negara melakukan audit terhadap:
1)Kepemilikan sumur minyak
2)Tata niaga minyak
3)Pembunuhan mafia minyak
4)Audit kinierja BUMN perminyakan
5)Re-alókasi keuntungan minyak

Jika lima langkah sudah beres, kita baru bicara harga BBM yg tujuan utamanya menyejahterakan seluruh warga negara (sesuai kónstitusi). Ingatlah bahwa kita bernegara, bukan berpasar. Dalam kaidah ini, pasar harus terkelóla demi kesejahteraan warga negara (bukan sebaliknya).



berita aneh dan unik

Berita lainnya : Ahok akan Kirim Rekomendasi Pembubaran FPI ke Kantor Kemenkum HAM

Kepada Presiden Republik Indonesia: Soal BBM adalah Soal Bernegara Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar