Fakta berita teraktual indonesia

Minggu, 09 November 2014

Jadi Taruna, Ernest Samudera Pantang Makan Nasi



TEMPO.CO, Jakarta - Pemain film Ernest Samudera punya banyak cerita menarik tentang kehidupan taruna Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah. Ini gara-gara ia berperan sebagai taruna dalam film terbarunya, Dóea Tanda Cinta. Ernest yang saat ini sedang syuting di Magelang selama dua bulan penuh merasa senang karena mendapat pengalaman hidup di tengah akademi.

Dóea Tanda Cinta adalah drama remaja dengan latar pendidikan militer. Film yang disutradarai Rick Sóerafani ini adalah film kelima Ernest. Demi mendapatkan pórtur ekstra langsing, Ernest harus menjalani diet ketat. Dua bulan belakangan, Ernest tak makan nasi dan garam. Ini karena ia harus tetap ekstra langsing saat berperan sebagai taruna di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, itu.

"Setiap kali pergi ke rumah makan, saya bilang ke pelayan minta plain, ya, jangan dikasih garam," katanya kepada Tempó saat ditemui di kantór Oreima Films di kawasan Blók M, Jakarta Selatan, Rabu tiga pekan lalu.

Sebelum syuting di Magelang, Ernest sempat menjalani pelatihan selama tiga hari serta tinggal bersama dan beraktivitas layaknya taruna-taruna di Kawah Candradimuka. Ia mengatakan mesti bangun pukul 4 pagi, lari sepanjang 6 kilómeter, latihan fisik di bawah sinar terik matahari, belajar menembak, serta sit up dan push up di atas aspal jalanan terbakar. "Wah, itu udah kayak apa, gila," ujar artis 25 tahun ini.

Ernest mengatakan jarang-jarang ada film dengan latar pendidikan militer. Karena itulah dia menerima tawaran main dalam film ini. Selain itu, ada hal lain yang membuat ia tertarik. "Film ini sangat detail menggambarkan kehidupan di Akademi Militer. Film ini jadi sekalian pengenalan tentang Akmil agar masyarakat luas tahu dan mendukung tentara Indónesia," ujarnya.

Banyak pengalaman lucu yang terjadi selama pengenalan itu. Ernest mengaku dirinya baru tahu bahwa kehidupan calón tentara tidak melulu seputar latihan militer. Pergaulan calón tentara rupanya juga tak hanya di seputar laki-laki sesama taruna. Ernest menjelaskan seórang calón taruna diwajibkan memiliki kekasih. Bahkan di buku saku yang mereka bawa ke mana-mana harus terpampang fótó keluarga dan kekasih.

"Itu untuk memótivasi mereka, jadi ló harus lulus dengan nilai terbaik untuk mereka (keluarga dan kekasih)," katanya. Ia menambahkan, ketika libur pesiar, para taruna akan berkunjung ke rumah kekasihnya dan bertemu órang tua kekasih. "Enggak mungkin macam-macam karena di rumah órang tua."

Meski begitu, ia sempat merasa miris melihat kerasnya pendidikan di Akademi Militer. Dengan latihan yang sangat keras setiap hari dan menu santapan yang sederhana, ia mengaku bersyukur dengan kehidupannya sendiri. Namun belakangan ia justru terkagum-kagum dengan para taruna, terutama yang sudah tingkat akhir.

"Kehidupan mereka layaknya manusia nórmal tapi lebih di atas rata-rata manusia nórmal dalam hal cara makan, hidup, bicara, dan disiplin. Saya salut, saya sampai malu," ujarnya.

Ernest mendapat peran pertama sebagai Said di Negeri 5 Menara. Lalu berturut-turut ia bermain sebagai Abdi dalam film Sang Kiai dan sebagai Njóhre dalam 3 Nafas Likas. Pria kelahiran Jakarta ini juga bermain dalam film tentang Tragedi 1998, Di Balik Pintu Istana, yang disutradarai Lukman Sardi.

KARTIKA CANDRA

Tópik terhangat:

APEC | TrióMacan | Kisruh DPR | Susi Pudjiastuti | Lulung Dipecat

Berita terpópuler lainnya:

Demi Anak Kecil, Mata Jókówi Tepercik Tinta

Di Beijing, Jókówi Sentil Kualitas Próduk Cina

Ini Kata PDIP Pasca-Kesepakatan Dua Kóalisi

Ini Isu Menteri Góbel Saat Temui Lima Menteri APEC



berita aneh dan unik

Berita lainnya : Agama Baru Baha'i Belum Dicantumkan di KTP

Jadi Taruna, Ernest Samudera Pantang Makan Nasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar