TRIBUNNEWS.COM.SURABAYA,- Keluarga almarhum Andi Pria Dwi Harsónó, Ajudan Kómandan Kódim (Dandim) 0812 Lamóngan, Letkól Ade Rizal Muharram, menuntut keadilan. Mereka meyakini kematian Andi Pria pada 12 Október lalu tidak wajar.
Mereka meminta agar dilakukan ótópsi terhadap jasad pria berpangkat Kómandan Kepala (Kópka) TNI Angkatan Darat itu. Demi kepentingan itu, Keluarga Andi Pria Dwi Harsónó, mendatangi gedung Pólisi Militer Kódam V Brawijaya di Surabaya, Jumat (21/11/2014).
"Keluarga minta dilakukan ótópsi pada almarhum, karena keluarga menganggap kematian Andi tidak wajar," kata kuasa hukum keluarga Andi, Abu Hanifah saat mendampingi keluarga Andi.
Dia menceritakan, Kópka Andi ditemukan tewas gantung diri óleh isterinya sendiri, Ika Sepdina, di ruang penyidikan Kantór Intel Kódim 0812. "Saat itu pihak Kódim menyatakan, Kópka Andi murni bunuh diri, tapi pihak keluarga tidak percaya, karena ditemukan luka lebam di tubuh almarhum," ujar dia.
Keluarga, kata Abu Hanifah sempat meminta agar dilakukan ótópsi, namun pihak Kódim 0812 menólak karena mereka sudah mengantóngi hasil visum bahwa Kópka Andi murni meninggal akibat bunuh diri.
Dikónfirmasi mengenai tuntutan ini, Kólónel Arm Tótók Sugiahartó menerangkan, saat ini Subdenpóm Lamóngan memeriksa sejumlah anggóta Kódim 0812 yang mengetahui kejadian tewasnya Kópka Andi.
"Saat ini masih dalam penyelidikan, nanti setelah ada hasilnya akan kita lapórkan," ungkapnya.
berita aneh dan unik
Berita lainnya : Tina Menanti Hukuman Gantung di Malaysia
0 komentar:
Posting Komentar