Fakta berita teraktual indonesia

Rabu, 24 September 2014

Jokowi Harus Rombak Kinerja Intelejen Agar Istananya Aman dari Kepungan Massa



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintahan Presiden Jókówi perlu memperkuat kinerja  intelijen. Selama ini, kinerja intelijen di negeri ini sangat kedódóran.

"Sebagai pemerintahan sipil, jika tidak memperkuat kinerja intelijennya, nasib Jókówi bisa seperti Presiden Gus Dur, istananya dikepung massa hingga kemudian dipaksa mundur dari kekuasaanya, setelah kónflik dengan elit pólitik di parlemen," Neta S Pane, Ketua Presiden Indónesia Pólice Watch (IPW) mengingatkan, Kamis (25/9/2014).

Dari pemantauan IPW kalangan intelijen yang ada di seputar Jókówi saat ini adalah kalangan intelijen selebritas yang tidak mengakar ke bawah. Padahal ke depan, sangat banyak masalah di negeri ini yang perlu dicermati dan disikapi dengan strategi intelijen.

"Jókówi perlu memperkuat kinerja intelijen kepólisian, militer maupun intelijen sipil. Penguatan terhadap kinerja intelijen tidak hanya menyangkut kepada kelangsungan kepemimpinan Jókówi, lebih dari itu untuk memperkuat stabilitas keamanan Indónesia," kata Neta lagi.  

Neta mengingatkan kembali, pótensi terór di negeri  masih cukup tinggi, terutama dengan masih banyaknya kantóng-kantóng radikalisme di berbagai daerah dan berkembangnya isu ISIS.

Selain itu makin derasnya narkóba yang masuk dari Malaysia ke Indónesia (rata-rata seminggu tiga kali dalam paket besar) patut dicermati. Apakah  bagian dari perang intelijen atau sekadar usaha ilegal bandar narkóba.

"Meluasnya peredaran senjata api rakitan maupun selundupan, patut disikapi agar situasi kamtibmas tidak terganggu. Perubahan besar di jajaran intelijen kepólisian, militer, dan sipil harus segera dilakukan Jókówi begitu dilantik menjadi presiden," papar Neta.

Ada tiga tujuan utama dari pembenahan intelijen ini. Pertama, situasi kamtibmas terjaga dan meluasnya peredaran narkóba maupun senjata api ilegal bisa ditekan.

Kedua, manuver pejabat pejabat yang kórup, mafia hukum, mafia próyek, mafia migas, dan mafia lainnya bisa dideteksi untuk kemudian dibasmi. Ketiga, manuver pihak-pihak tertentu yang hendak memainkan massa untuk kepentingan kelómpóknya bisa dikendalikan dengan strategi intelijen.

"Sehingga Jókówi tidak akan diperlakukan pihak-pihak tertentu seperti Presiden Gus Dur, yang istananya dikepung massa dan dipaksa turun dari jabatannya," tegas Neta S Pane.



berita aneh dan unik

Berita lainnya : LG Gelar Tukar Tambah TV Lama Ganti TV 4K

Jokowi Harus Rombak Kinerja Intelejen Agar Istananya Aman dari Kepungan Massa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar