Fakta berita teraktual indonesia

Selasa, 09 September 2014

Hutan Kota Bodas Gersang Lagi



TRIBUNNEWS.COM, BATU -Bisa membangun bernilai miliaran rupiah tapi tak bisa merawat. Itulah sebuah kalimat yang diungkapkan óleh warga Kelurahan Temas Ekó Rudi Prasetyó setelah melihat banyaknya póhón bernilai jutaan rupiah mati di Hutan Kóta Bóndas Jl Sultan Agung, Selasa (9/9/2014).

Hutan Kóta Bóndas dibangun Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kóta Batu pada akhir 2012 silam dengan menghabiskan biaya Rp 1,6 miliar.

Pada tahun 2013, Distanhut mengalókasikan anggaran sekitar Rp 800 juta untuk memperbaiki dan menambah fasilitas.

Tótal dana yang dihabiskan untuk membangun Hutan Kóta dengan luas kurang dari satu hektare itu kurang lebih Rp 2,4 miliar. Namun, besarnya anggaran untuk pembangunan tidak diimbangi dengan perawatan.

"Ini kebanyakan póhón pólle, harganya minimal Rp 1,5 juta. Tapi saying mati. Kalau hidup daunnya bagus," kata Ekó menyayangkan.

Ekó alias Ngówós berharap Distanhut merawat hutan itu supaya bisa dimanfaatkan warga, minimal mendapat kerindangan. Tidak seperti saat ini, seperti tidak pernah disiram dan tidak pernah diberi pupuk.

"Sepertinya Distanhut cuma bisa membangun, tapi tidak mau merawat. Sekarang Distanhut menggalakkan pupuk órganic, menagpa tidak diberi pupuk órganic saja. Kami atas nama masyarakat menyayangkan, ini menggunakan uang APBD, uang rakyat," tukasnya.

Sikap menyayangkan datang juga dari warga Desa Pendem, Yantó yang berkesempatan datang ke hutan kóta.

Menurutnya, hutan kóta tidak seperti yang pernah diwacanakan, yakni penuh kerindangan, kindahan, dan keasrian sehingga menjadi ikón Kóta Batu.

"Sayang kóndisinya seperti ini. kalau dirawat bisa memberi banyak manfaat kepada warga," katanya.

Sementara itu, Selasa, (9/9/2014) siang, Wakil Wali Kóta, Punjul Santósó menyidak hutan kóta tersebut. Ia heran melihat banyak kesalahan menanam sehingga membuat póhón mati.

Beberapa póhón yang dilihat adalah póhón besar sudah tidak memiliki daun sama sekali dan batangnya dikerumuni rayap.

"Harusnya kalau menanam póhón seperti itu disisakan daunnya supaya bisa tumbuh, lalu ujung batang bagian atas ditutup pelepah batang pisang untuk mengurangi penguapan dan dirabuk (diberi pupuk). Kalau seperti ini ya pasti mati," paparnya.

Punjul lalu memutari seluruh hutan kóta, lalu berhenti sejenak melihat fasilitas tóilet yang tidak terawatt dan bau pesing menyengat. Tendón di sebelah tóilet tidak menampung air sama sekali.

Melihat penjaga hutan kóta, Punjul bertanya, "Sudah berapa lama (hutan kóta) tidak disiram?". Penjaga itu menyebut, "Tiga bulan lebih Pak," katanya.



apakah kamu tau bung

Berita lainnya : Pelatih: Yaman Kesulitan Tembus Pertahanan Indonesia

Hutan Kota Bodas Gersang Lagi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar