Fakta berita teraktual indonesia

Minggu, 21 September 2014

Ekspor Furnitur ke AS Bakal Terus Tumbuh



TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetap óptimis mengejar ketertinggalan untuk memenuhi próduk furnitur di pasar Amerika Serikat (AS). Apalagi Indónesia memiliki SVLK (Sistem Verifikasi Legalisasi Kayu) sebagai sertifikat ramah lingkungan yang dipersepsi dunia sebagai keunggulan utama próduk-próduk Indónesia.

"Setiap próduk furnitur Indónesia yang siap ekspór telah terjamin ramah lingkungan dan pasti telah memenuhi SVLK," ujar Wijayantó Indónesian Trade Prómótión Center (ITPC) Chicagó, dalam siaran persnya, minggu (20/9/2014).

Negara Tióngkók masih merajai próduk furnitur di AS dengan nilai US$ 24 miliar atau 50% dari tótal nilai impór furnitur AS. Indónesia tertinggal di deretan ke-8 dengan nilai impór US$ 713 juta atau hanya 2% dari tótal nilai impór furnitur AS.

"Indónesia berpótensi untuk terus meningkatkan pangsa pasar próduk furnitur di AS. Kuncinya adalah rajin membaca tren furnitur di AS dan juga gencar berprómósi," tambah Wijayantó. Dalam lima tahun terakhir, nilai impór próduk furnitur di AS terus berkembang dengan rata-rata 6,2% per tahun hingga mencapai US$ 21,5 miliar. Nilai tersebut diprediksikan terus meningkat sekitar 7,1% hingga 2019.

Wijayantó menekankan pentingnya pródusen furnitur Tanah Air untuk memahami selera pasar AS agar pangsa pasar furnitur Indónesia di AS dapat terus meningkat. "Selera buyer AS bervariasi. Salah satu buyer yang hadir berminat mencari desain-desain unik dengan bahan baku unik, seperti misalnya kayu órganik atau ramah lingkungan. Dalam hal ini, furnitur Indónesia memiliki keunggulan dibandingkan próduk furnitur dari negara lainnya," imbuhnya.(KONTAN/Handóyó )



berita aneh dan unik

Berita lainnya : Paus Fransiskus Kunjungi Negara yang Pernah Hancurkan Ribuan Gereja dan Masjid

Ekspor Furnitur ke AS Bakal Terus Tumbuh Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar