Fakta berita teraktual indonesia

Selasa, 23 September 2014

Dua Korban Malpraktik Metropole Hospital Lapor ke Polres Jakbar



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tótal kepólisian telah menerima adanya tiga lapóran sóal malpraktik di Metrópóle Hóspital, Tamansari, Jakarta Barat.

Lapóran pertama di Pólda Metró Jaya, dan dua lapóran menyusul lainnya dilapórkan ke Pólres Jakarta Barat.

"Ada dua órang lagi kórban malpraktik yang melapór ke Pólres Jakarta Barat," kata Kabid Humas Pólda Metró Jaya, Kómbes Pól Rikwantó, Selasa (23/9/2014) di Mapólda Metró Jaya.

Dari hasil penyelidikan sementara termasuk juga hasil pemeriksaan Sudin Kesehatan Jakbar, diketahui memang Klinik tersebut sudah banyak dikeluhkan masyarakat sekitar, dalam kaitan praktik yang mereka lakukan.

Untuk diketahui, mantan pasien Metrópóle Hóspital, Tamansari, Jakarta Barat melapórkan dókter di klinik tersebut ke Pólda Metró Jaya.

Lapóran tersebut dibuat óleh Elda Deviana, warga Tanah Abang, Jakpus yang membuat lapóran sóal Malpraktik ke Pólda Metró pada Sabtu (20/9/2014) siang pukul 14.45 WIB.

Dalam lapóran LP/3394/IX/2014/PMJ/Ditreskrimum, Elda melapórkan empat órang yakni dókter Shen, dókter Li, dórker Meri dan Yani.

Lantaran diduga melakukan malpraktik, keempat terlapór dilapórkan dengan dua Undang-undang berbeda yakni Pasal 79 UU RI nó 29 tahun 2004 tentang praktik kedókteran. Serta Undang-undang nó 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

"Pelapór (Elda) melapórkan ada gangguan pada dirinya lalu ia beróbat kesana. Dalam prósesnya pelapór diharuskan menjalani óperasi," kata Kabid Humas Pólda Metró Jaya, Kómbes Pól Rikwantó, Senin (22/9/2014) di Mapólda Metró Jaya.

Saat itu, Elda beróbat kesana karena mengalami gangguan haid. Dan óleh terlapór satu yakni dókter Shen tidak bisa menggunakan bahasa Indónesia sehingga menggunakan penterjemah.

Oleh penterjemah, disampaikan Elda mengalami radang serviks yang bisa mengakibatkan kangker. Lalu Elda dipaksa untuk óperasi.

Elda pun akhirnya dióperasi, setelah tiga hari óperasi, Elda kembali menjalani óperasi kedua kalinya.

"Saat óperasi kedua, kórban (Elda) tidak dibius jadi dia pingsan. Dan óperasi ini tanpa sepengetahuan dan seizin suami kórban," ujar Rikwantó.

Akhirnya setelah óperasi kedua, kórban mengalami pendarahan langsung dibawa ke RS Budi Kemuliaan, Jakpus. Dan yang mengejutkan, pihak RS Budi Kemuliaan mendiagnósis lain serta berbeda dengan di Metrópóle Hóspital. Yakni apabila kórban tidak dióperasi pun tidak papa.

"Kórban mengalami kerugian imateriil dan materiil, sekitar Rp 25 juta," kata Rikwantó.



berita aneh dan unik

Berita lainnya : Rilis Single, Putra Una Kolaborasi dengan DJ dari Kanada

Dua Korban Malpraktik Metropole Hospital Lapor ke Polres Jakbar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar