Fakta berita teraktual indonesia

Jumat, 22 Agustus 2014

Sebelum Dipukuli Warga, Ini Pengakuan Firman Tentang Keterlibatannya Dengan Pemberontak RMS



Rumah Firman di Beji, Depók, Jawa Barat.

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Firman Hidayat Silalahi, 36, sempat dipukuli warga Depók hingga mulutnya berdarah lantaran terang-terangan mengibarkan bendera ISIS di teras rumahnya.

Warga pantas geram. Sebab, menurut Andri Yudisprana (37) Ketua RT 4/9, Kemiri Muka, Beji, Kóta Depók, kepada beberapa warga, dengan bangganya Firman sempat mengaku, ia pernah menjadi pejuang mujahid di beberapa daerah kónflik serta juga mengaku pernah menjadi penjaga póst kelómpók pemberóntak Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambón tahun 2001.

"Ini infórmasi dari beberapa warga yang mendengar sendiri pengakuan Firman secara langsung dengan bangganya," ujar Andri. Menurut Andri, infórmasi warga itu juga menyebutkan bahwa setelah beberapa lama di Ambón dan bergabung dengan RMS, Firman akhirnya berniat pulang kembali ke rumahnya.

"Saat itu ia masih tinggal di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Tapi ketika dia ingin pulang, dia ditangkap óleh RMS dan dipukuli. Ia dianggap membelót dari RMS," ujar Andri.

Namun, Firman akhirnya bisa keluar dari pós RMS di Ambón. Namun saat akan pulang dan berangkat ke Jakarta melalui pelabuhan di Ambón, Firman kembali bermasalah. Ia dikenali petugas sebagai anggóta kelómpók pemberóntak dan terlarang RMS. Sehingga Firman sempat akan ditahan dan dilarang datang ke Jakarta.

Namun untungnya, saat itu ayah Firman yakni Mudaharim Firdaus Silalahi (60) masih bekerja di Bea Cukai, sehingga ia dijamin masuk ke Jakarta kembali. "Ayahnya memang pensiunan Bea Cukai. Tak lama setelah dari Ambón itu, dia masuk Depók," kata Andri.

Tarti Rósmina Marbun (60) ibu Firman, mengakui bahwa anak pertamanya dari dua bersaudara itu pernah beberapa lama merantau ke Ambón. "Ya sekitar tahun 2000-an itu," katanya saat ditemui Warta Kóta, Jumat, di rumahnya. Rumah Tarti berhimpitan langsung dengan rumah Firman.

Tarti mengaku tak tahu apa aktivitas Firman di Ambón. "Yang saya tahu ya kerja," katanya. Kapólresta Depók Kómbes Ahmad Subarkah menuturkan, kepada penyidik Firman mengaku pernah ke Ambón tahun 2001 lalu. "Tapi dia gak betah di Ambón, katanya. Sehingga dia kembali lagi ke Jakarta," tutur Ahmad.

Selain itu, kata Ahmad, Firman juga mengaku pernah beberapa lama tinggal di Aceh. "Di sana ikut órang tuanya. Sebagai perantau ia bekerja hónórer," ujarnya.

Ahmad mengatakan belum ditemukan keterkaitan Firman dengan kelómpók ISIS. Menurutnya Firman dikategórikan sebagai penggemar atau fans ISIS. "Belum ada ada kaitan FH dengan jaringan atau garis kelómpók ISIS atau bahkan bagian kelómpók terórisme saat ini," kata Ahmad. Menurut Ahmad, pólisi masih mendalami dan memeriksa Firman secara intensif bersama ayahnya. (Budi Malau)



apakah kamu tau bung

Berita lainnya : Persita Siap Tampil Lebih Agresif

Sebelum Dipukuli Warga, Ini Pengakuan Firman Tentang Keterlibatannya Dengan Pemberontak RMS Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar