TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indónesia (HIPMI) Raja Sapta Októhari mengungkapkan, pascaputusan Mahkamah Kónstitusi (MK), rakyat Indónesia diharapkan segera melakukan rekónsiliasi nasiónal.
Dalam hal ini, saatnya rakyat Indónesia bersatu mendukung pemerintah Jókó Widódó dan Jusuf Kalla. "Perbedaan pilihan dan kepentingan sudah berakhir seiring diketóknya palu MK. Mari saatnya kita mendukung pemerintahan baru dalam melaksanakan pembangunan nasiónal," ungkap Októ, Senin (25/8/2014).
Októ juga mengingatkan bahwa tantangan perekónómian nasiónal ke depan juga sangatlah berat. Pemerintahan baru di bawah kendali Jókówi-JK harus bekerja cepat dalam menghadapi glóbalisasi perekónómian Masyarakat Ekónómi Asean (MEA).
"Sekali lagi HIPMI mengingatkan bahwa kita akan memasuki ASEAN Ecónómic Cómmunity. Artinya dalam waktu dekat kita akan terintegrasi dengan perekónómian di kawasan Asia Tenggara. Hanya daya saing ekónómilah yang akan menjamin Indónesia dalam percaturan ekónómi dunia ini," lanjutnya.
Karenanya, menurut Októ, dalam prógram 100 hari, pemerintah harus langsung tancap gas melaksanakan prógram-prógram yang mampu meningkatkan daya saing ekónómi nasiónal. Di antaranya adalah masalah subsidi bahan bakar, perburuhan, hingga masalah infrastruktur.
"Masalah subsidi bahan bakar jangan lagi menjadi beban APBN dalam melaksanakan pembangunan. Lebih dari 300 triliun dialókasikan untuk subsidi, jika dana itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruuktur, sudah berapa kilómeter jalan yang bias dibangun, berapa bandara dan pelabuhan yang bisa diselesaikan pembangunnya," lanjut prómótór termuda di dunia ini.
apakah kamu tau bung
Berita lainnya : Juan Cuadrado Tidak Tahu Akan Kemana
0 komentar:
Posting Komentar