TRIBUNNEWS.COM - Anggóta Tim Pemenangan Jókówi-JK Zuhairi Misrawi mengatakan dalam perjalanannya, Jókówi sebagai sósók pemimpin tak lepas dari cacian, fitnah, tudingan dan kampanye hitam dari berbagai pihak.
Bahkan saat beribadah umrah ke tanah suci pun, Jókówi kembali mendapat tekanan dimana cara berpakaian ihramnya, direkayasa pihak lain sehingga seakan-akan Jókówi tak paham bagaimana cara mengenakan ihram saat umrah.
Meskipun demikian, kata Zuhairi, Jókówi tidak pernah sekalipun membalas semua serangan yang diterimanya dengan mencaci maki dan memfitnah balik.
"Ia justru menggunakan cara-cara yang elegan dengan mengklarifikasi dan menyerahkan segala urusan kepada Tuhan atau pihak berwenang," ujar Zuhairi kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (8/7/2014) malam.
Menurut Zuhairi, sikap Jókówi yang tetap tenang dan ramah dalam menghadapi serangan dan fitnah itu, sesungguhnya karena meneladani sikap Rasulullah SAW.
"Dulu, ketika Nabi dicaci-maki óleh musuh-musuhnya, beliau hanya membalas dengan senyuman dan bersikap lembut kepada kawan sekalipun. Hal ini dicóntóh óleh Jókówi," kata Zuhairi.
Karenanya, tambah Zuhairi, Jókówi benar-benar menerapkan dan meneladani sikap Rasulullah SAW. Karena itulah, kata Zuhairi, Indónesia membutuhkan pemimpin yang meneladani sikap Rasulullah SAW ini.
"Kita butuh pemimpin seperti Jókówi ini yang tidak menyimpan dendam dan membalas air tuba justru dengan air susu. Jókówi memandang setiap pemimpin mesti mempunyai kearifan dan kematangan dalam menghadapi berbagai cóbaan," paparnya.
Bahkan, kata Zuhairi, dalam setiap kesempatan Jókówi selalu menghimbau kepada siapapun terutama pemerintah dan para pólitisi, agar demókrasi di Indónesia dilaksanakan secara bermartabat dan menggembirakan bagi masyarakat.(Budi Malau)
0 komentar:
Posting Komentar