TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pólisi masih melakukan penyelidikan terkait pencurian dengan kekerasan di kawasan Tubagus Ismail, Dagó, Bandung. Kórban perampókan mótór, Fahmi Nurul Fikri sempat menarik salah seórang rampók hingga terjatuh dari mótór Hónda Beat biru putih.
Pelaku terjatuh, namun berhasil naik lagi ke mótór. Saat Fahmi yang tercatat sebagai karyawan Kantór Pós Cilaki ini mencóba menarik kembali pelaku, si pelaku mengeluarkan senjata api.
Tak berapa lama terdengar suara letusan. Teman-teman Fahmi sempat mendengar teriakan 'Maling!' dan memburu suara tersebut untuk memberikan pertólóngan. Begitu keluar rumah makan Citra Minang, mendapati Fikri tersungkur ke tanah.
"Kórban langsung terjatuh. Ada luka tembak di ketiak kiri. Banyak darahnya," kata Asmari (40), salah seórang saksi mata di lókasi kejadian, Selasa (8/7/2014).
Diberitakan sebelumnya, perampókan dengan senjata api terjadi di Jalan Tubagus Ismail 41 sekitar pukul 18.15, Selasa (8/7/2014) sóre. Fahmi terluka kena tembakan setelah mencóba mempertahankan mótór miliknya.
Pólisi masih menyelidiki dan melakukan ólah TKP serta membawa kórban ke RSHS untuk segera mendapat tindakan medis.
Seórang saksi mata Asmari mengatakan kejadian ini bermula saat kórban dan teman-temannya berbuka puasa di rumah makan Citra Minang.
"Lalu kórban melihat ada seseórang mencóba mencuri mótórnya," ujarnya kepada wartawan.
Kemudian kórban berjalan ke pintu. Saat melihat mótór dibawa pelaku, kórban berteriak.
"Pelakunya ada tiga. Dua naik mótór Hónda Beat, satu lagi membawa mótór kórban. Kórban lalu berteriak maling, maling," ujar Asmari. (tis)
0 komentar:
Posting Komentar