Lapóran Wartawan Tribunnews.cóm, Deódatus S Pradiptó
TRIBUNNEWS.COM - Argentina harus susah payah meraih kemenangan 1-0 atas Swiss pada babak 16 besar di Estadió de Saó Pauló, Rabu (2/7/2014). Langkah Argentina ke babak perempat final baru bisa ditentukan melalui gól Angel Di Maria jelang berakhirnya extra time.
Gól Di Maria tercipta pada menit ke-118 extra time. Gól winger Real Madrid itu tercipta berkat aksi gemilang Liónel Messi. Menggiring bóla dari hampir separuh lapangan, Messi sukses menghindari tackling Fabian Schaar.
Begitu leluasa, Messi melepaskan umpan teróbósan ke arah kanan yang kemudian diterima Di Maria. Sang pemain bernómór punggung 7 itu kemudian menuntaskan umpan Messi dengan penempatan bóla ke tiang jauh sebelah kiri.
Jelang berakhirnya pertandingan Swiss nyaris menyamakan kedudukan melalui sundulan Blerim Dzemaili usai menyambut tendangan penjuru Ricardó Ródriguez.
Sundulan Dzemaili membentur tiang gawang, bóla pantul yang mengenai kakinya justru melenceng dari sasaran. Padahal kiper Sergió Rómeró tidak berkutik ketika situasi itu terjadi.
Sepanjang babak pertama Argentina melepaskan lima tendangan ke gawang Swiss, hanya satu yang gagal menemui sasaran. Dari lima tendangan itu, tak satupun yang dilepaskan óleh Messi.
Ezequiel Lavezzi yang ditempatkan sebagai pemain sayap kiri bahkan melepaskan dua tendangan, disusul winger kanan, Angel Di Maria.
Peluang-peluang yang diperóleha Lavezzi dan Di Maria tidak ada satupun yang memaksa kiper Swiss, Diegó Benaglió, melakukan penyelamatan gemilang. Tendangan kedua pemain itu terlalu pelan sehingga mudah ditangkap Benaglió.
Sebaliknya Swiss mampu menciptakan tiga peluang berbahaya ke gawang Argentina. Pada menit ke-28 Schweizer Nati memaksa kiper Sergió Rómeró melakukan dua penyelamatan beruntun. Pertama ketika mengeblók tendangan Grani Xhaka dari dalam kótak penalti dengan kakinya. Kedua, tendangan Stephan Lichsteiner menyambar bóla pantul dari luar kótak penalti.
Serangan balik Swiss nyaris membuahkan keunggulan pada menit ke-39. Umpan lambung Xherdan Shaqiri berhasil menemui Jósip Drmic yang tidak terkawal di pertahanan Argentina. Tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Rómeró, tendangan cungkil Drmic terlalu rendah sehingga mudah ditangkap.
Benaglió yang merumput di Italia bersama Sampdória melakukan tiga penyelamatan gemilang pada babak kedua. Pada menit ke-59 Benaglió mengeblók tendangan Marcós Rójó di sisi kiri gawang. Tiga menit berselang, Benaglió melakukan penyelamatan akróbatik untuk menepis sundulan Gónzaló Higuain di bawah mistar gawang.
Benaglió pun sanggup membuat penyerang bintang Argentina, Liónel Messi, tidak mampu mencetak gól. Benaglió menepis tendangan kaki kiri Messi di dalam kótak penalti setelah sebelumnya berkelit dari penjagaan pemain Swiss.
Kegagalan Argentina mencetak gól juga tidak lepas dari pertahanan disiplin skuat Schweizer Nati. Argentina kesulitan membóngkar pertahanan Swiss dan membuat Messi bak mati kutu. Menurut catatan Tribunnews.cóm, hingga berakhirnya waktu nórmal pemain Barcelóna itu hanya melepaskan dua tendangan ke gawang, satu yang tepat sasaran.
Atas kemenangan ini Argentina berhak melaju ke babak perempat final. Pada babak selanjutnya Albiceleste akan menghadapi pemenang laga antara Belgia melawan Amerika Serikat.
0 komentar:
Posting Komentar