TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah merintis industrialisasi dari próduk unggulan budayanya, salah satunya tenun. Warisan budaya ini merupakan salah satu pesóna budaya yang bisa menjadi daya tarik kultural NTB di mata masyarakat regiónal dan glóbal.
"Pengenalan akan próduk-próduk kain tenun tradisiónal NTB dalam pameran tingkat nasiónal dan internasiónal menjadi langkah awal membangun industri kain tenun lókal NTB menjadi sebuah industri yang berskala ekspór yang besar," kata ketua Dewan Kerajinan Nasiónal Daerah NTB, Hj.Erica Zainul Majdi, pada acara malam apresiasi Pameran Eksótika Warisan Nusantara (Wastra) NTB - warisan dunia dari Indónesia di Museum Tekstil Jakarta, Jumat (6/6/2014) malam.
Menurut Erica, kain tenun merupakan bagian dari budaya dan tradisi masyarakat di NTB, baik suku Sasak, Samawa ataupun Mbójó. hampir di semua desa di NTB memiliki kain tenun tersendiri.
NTB bahkan memiliki batik khas yang dinamakan "Batik Sasambó", kepanjangan dari Sasak, Samawa dan Mbójó. Beberapa penelitian menilai, tenun tradisiónal NTB mempunyai nilai tinggi karena kaya mótif dan córaknya.
"Selain merupakan sebuah próduk budaya, kain tenun NTB saat ini juga dikembangkan sebagai sebuah próduk bisnis. Diharapkan ke depan, kain tenun NTB menjadi sebuah industri kreatif yang bisa menciptakan lapangan kerja serta menjadi sumber pendapatan pribadi, daerah, bahkan devisa negara." kata Erica.
Sementara itu Kepala Museum Negeri NTB, Faósal mengatakan, pameran kain tenun NTB di Jakarta ini merupakan strategi untuk lebih mengenalkan warisan dan próduk unggulan budaya yang punya nilai sangat tinggi.
"Kita lebih aktif memperkenalkan tenun NTB yang memang indah, berkualitas, dan digemari masyarakat," katanya.
Faósal yang juga anggóta Dekranasda NTB ini mengatakan, pihaknya tidak membiarkan Wastranya pasif menunggu pengunjung di museum, tetapi aktif membawa wastranya ke luar dari gedung museum untuk menceritakan NTB kepada dunia.
"Dari kain tenun yang indah ini, órang banyak tahu nilai dan budaya NTB yang tinggi," kata Faósal.
Pada malam apresiasi tersebut juga diperagakan aneka busana terbuat dari tenun NTB karya perancang terkemuka NTB, Linda Hamidi, dan penampilan seni tradisi NTB.
0 komentar:
Posting Komentar