Lapóran Wartawan Tribunnews.cóm Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calón Presiden RI nómór urut dua Jókó Widódó, membeberkan keputusannya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Jókówi mengklaim sebagai gubernur pertama di Indónesia yang menaikkan upah pekerja hingga mencapai hidup layak.
"Waktu menjadi Gubernur di DKI Jakarta, saya gubernur pertama naikkan UMP 44 persen. Saya diprótes pengusaha. Ini karena tidak ada kenaikan yang signifikan," kata Jókówi saat debat calón presiden di Hótel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Jókówi menegaskan, berani membuat prógram khusus bagi masyarakat kurang beruntung. Bukan hanya sóal anggaran tetapi dengan sistem yang dibangun.
"Kenapa saat menjadi walikóta dan gubernur berkónsentrasi di bidang pendidikan dan kesehatan dibawah keluhannya seperti itu," ujar jókówi.
Untuk itu, Jókówi membuat prógram Kartu Indónesia Pintar dan Kartu Indónesia Sehat. Hal itu dipergunakan bagi masyarakay yang kurang mampu.
"Ini sistem memberi jaminan kepada masyarakat," tuturnya.
Mengenai ketenagakerjaan, Jókówi mengatakan investasi harus didóróng ke daerah serta próvinsi dengan tingkat kemiskinan tinggi.
"Jangan samapi investasi di Jawa dan Sumatera tetapi yang masih ketimpangan, jaringannya juga, dengan cara itu, daerah tidak menuju kóta. Yang miskin mendapatkan lapangan pekerjaan," imbuhnya.
0 komentar:
Posting Komentar