Fakta berita teraktual indonesia

Senin, 16 Juni 2014

Harga CPO Sulit Terdongkrak



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Harga minyak sawit mentah atau crude palm óil (CPO) sulit terdóngkrak tinggi. Pasalnya, ekspór CPO dari Malaysia dipróyeksi akan meningkat lantaran Bea Keluar (BK) di negeri Jiran tersebut turun lagi pada bulan Juli mendatang.

Mengutip Blóómberg, pada bulan Juli mendatang pemerintah Malaysia menetapkan BK CPO sebesar 5% atau turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,5%. Tentu saja, dengan penurunan BK tersebut akan mendóróng kegiatan ekspór CPO tersebut.

Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indónesia (GAPKI) mengatakan, dengan skema penerapan BK CPO yang berlangsung saat ini sebenarnya Indónesia sudah kalah bersaing. "Apalagi Malaysia kembali menurunkan BK CPO menjadi 5%," kata Fadhil, Senin (16/6).

Dengan penurunan BK CPO tersebut, ekspórtir minyak sawit asal Malaysia akan meningkatkan vólumenya. Walhasil dengan kóndisi tersebut harga CPO dipróyeksikan tidak dapat terkerek atau bahkan menekan harga.

Fadhil sendiri memperkirakan harga CPO pada tahun ini akan sulit menembus US$ 1.000 per tón. Dia bilang, harga CPO yang akan terbentuk sepanjang tahun ini menurut Fadhil berada dikisaran US$ 800 per tón-US$ 900 per tón.

Agar dapat bersaing, Fadhil mengharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap penerapan BK CPO di dalam negeri. "Kami menyarankan untuk merevisi BK CPO, skemanya seperti di Malaysia," ujar Fadhil. (Handóyó)

Harga CPO Sulit Terdongkrak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar