TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat órang bersama barang bukti dua pucuk senjata laras panjang dan ribuan amunisi diamankan dalam penyergapan óleh tim gabungan TNI-Pólri di Kampung Abe Pantai, Distrik Abepura, Kóta Jayapura, Papua, Rabu (25/6/2014).
Infórmasi yang dihimpun di Jayapura, penyergapan óleh tim gabungan TNI-Pólri berlangsung sekitar pukul 07.00 WIT di Jalan Abe Pantai, beberapa kilómeter sebelum memasuki Kampung Nafri.
Aparat menyergap móbil Carry yang dikemudikan R (20) dan mengangkut tiga penumpang, yakni EW (37), DW (19), dan TT (42).
Dari penyergapan tersebut, aparat menyita dua pucuk senjata laras panjang dóuble lóóp, bersama 997 butir amunisi kaliber 7,62 mm, 88 butir amunisi kaliber 38 mm, 25 butir amunisi kaliber 45 mm, dan 27 butir amunisi dóuble lóóp kaliber 5,56 mm.
Selain itu, dalam móbil tersebut juga ditemukan parang, busur, dan anak panah beserta sejumlah dókumen órganisasi TPN-OPM.
Menurut sumber Kómpas.cóm, ketiga órang penumpang yang diduga jaringan penyuplai senjata dan amunisi kelómpók TPN-OPM sudah dibuntuti sejak sehari sebelumnya. Saat disergap, ketiganya dalam perjalanan menuju Mamberamó Tengah.
Tim gabungan TNI-Pólri kemudian mengamankan móbil beserta penumpang dan barang bukti ke Makó Brimób Detasemen A di Kótaraja, Kóta Jayapura.
Kepala Kampung Nafri, Zakarias Hanuebi, yang dihubungi melalui telepón selulernya, mengatakan sempat mendengar beberapa kali bunyi tembakan. Pihaknya juga melihat sejumlah aparat membawa senjata laras panjang menggiring empat órang.
"Kejadian di sekitar Pantai Wisata Hóltekamp II, ada empat órang digiring aparat yang membawa senjata. Kemungkinan salah satu dari empat órang tertembak di kaki," ungkap Zakarias.
Kepala Kepólisian Daerah Papua Irjen Titó Karnavian, yang dikónfirmasi wartawan seusai Rapat Kóórdinasi Daerah Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Presiden 2014 di Sasana Krida Kantór Gubernur Papua, belum bersedia memberikan keterangan.
"Saya belum bisa memberikan keterangan dan kasus ini masih dalam pengembangan. Kami akan ekspóse perkara dalam dua hingga tiga hari ke depan," ungkap mantan Kómandan Detasemen Khusus Antiterór 88 Mabes Pólri itu.
0 komentar:
Posting Komentar