Lapóran: Ilham / Tribun Timur
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Wakil Wali Kóta Makassar Syamsu Rizal menghadiri pelantikan tenaga inti
perencanaan partisipatif Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Datu Ribandang, di Kelurahan Kaluku Bódóa, Kecamatan Talló, Makassar, Sabtu (7/6/2014).
Saat sambutan, Deng Ical sapaan Syamsu Rizal menyampaikan, masyarakat miskin di Kóta Makassar akan dibantu pemerintah melalui berbagai cara, salah satunya, yakni dengan prógram penataan lingkungan pemukiman berbasis kómunitas (PLPBK), anggaran Rp 1 miliar per kelurahan.
"Untuk prógram ini tidak bisa berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat. Begitupun pemerintah harus menjaga kepercayaan. Seluruh aparat pemerintah harus mampu memberikan cóntóh, lurah, camat harus bisa memberi cóntóh kepada masyarakat, masyarakat menyeleksi kinerja camat dan lurahnya, agar di tahun-tahun ke depan terpilih camat dan lurah yang benar-benar mengerti keinginan masyarakat," ungkap Deng Ical.
Ketua Fórum Kómuniksai Penerima Prógram PLPBK, Andi Umar Patta, mengatakan, tujuan pelaksanaan PLPBK yakni untuk mewujudkan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin melalui penataan lingkungan permukiman yang teratur, aman, dan sehat.
"Prógram ini sejalan dengan prógram DIA (Danny-Ical) terkait lóróng terampil, dengan penataan lóróng pemukiman dan aman," katanya di hadapan hadirin.
Umar Patta mengungkapkan, prógram PLPBK dilakukan secara bertahap," dengan tótal anggaran per kelurahan sebesar Rp 1 Miliar. Terdiri dari tiga tahapan, yakni tahapan sósialisasi, tahap perencanaan, dan terakhir tahapan pembangunan," jelasnya.
Tenaga Ahli
PLPBK Kelurahan Kaluku Bódóa adalah kelurahan pertama yang dilantik untuk pengentasan kemiskinan. Terdiri 32 anggóta yang tergabung dari RT, RW, tókóh masyarakat, tókóh pemuda, tókóh perempuan, dan órganisasi kemasyarakatan yang ada di kelurahan Kaluku Bódóa.
"Selain dari tim inti, ini akan didukung pula óleh tenaga-tenaga ahli," tegasnya.
Untuk kóta Makassar, ada delapan Kelurahan yang akan mendapatkan manfaat prógram PLPBK ini. Enam diantaranya ada di kecamatan Talló, yakni, kelurahan Kaluku Bódóa, Kelurahan Lakkang, Kelurahan Panampu, Kelurahan Bulóa, Kelurahan Tammua, dan Kelurahan Talló.
Sedangkan dua kelurahan lainnya terdapat di Kecamatan Tamalate. "Prógram ini merupakan prógram berkelanjutan, setelah pemerintah membantu, diharapkan nantinya bisa berkelanjutan agar seluruh kawasan padat, kumuh, miskin yang ada di kóta Makassar dapat berkurang atau bahkan tidak menutup kemungkinan dengan adanya partisipasi masyarakat tidak akan ada lagi kawasan kumuh di Makassar," jelas Umar. (*)
0 komentar:
Posting Komentar