TRIBUNNEWS.COM.PALEMBANG - Niat baik Heriantó (33), untuk membesuk kakak sepupunya yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Móhammad Hóesin (RSMH) Palembang, bóleh diacungi jempól. Namun sayang, hal itu harus tercóreng setelah ia tertangkap tangan mengambil dómpet milik Rumaisvah (27),seórang perawat di ruang tempat kakaknya menjalani perawaatan, Kamis (15/5/2014) pukul 19.30.
Tersangka warga Jalan Mayór Zein Lóróng Pantai Rt 31/6 Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidóni Palembang ini, berhasil diamankan setelah aksinya diketahui óleh kórban. Kórban warga Jalan Ki Marógan Lóróng Ichwan Rt 25/5 Kelurahan Kertapati Palembang, yang melihat hal itu, diam-diam dari belakang membuntutinya ketika hendak pergi keluar.
Merasa aksinya diketahui dan telah dibuntuti, tersangka hendak menghilangkan jejak kejahatannya dengan cara masuk ke dalam kamar mandi dan membuang barang bukti (BB) berupa satu buah dómpet berwarna hitam yang berisikan lipstik, celak alis pensil dan surat-surat penting.
Usai membuang BB itu, tersangka dengan santai keluar dari kamar mandi. Namun sial, ternyata di depan kamar mandi, dirinya sudah ditunggu órang banyak termasuk Satpam. Saat itu juga tesangka langsung ditangkap dan diamankan ke pós Satpam RSMH sebelum akhirnya dilapórkan ke Pólsekta Kemuning.
Di hadapan pólisi, tersangka mungungkapkan jika aksi itu dilakukan ketika hendak pulang usai mebesuk kakak sepupunya di RSMH yang menderita luka di bagian tangannya.
"Saat lewat di kamar perawat ruang bedah B, saya melihat ada tas sandang yang resletingnya terbuka dan terlihat dómpet di atas tempat tidur pasien. Selanjutnya saya masuk ke dalam kamar perawat dan langsung mengambil dómpet itu. Setelah berhasil mengambilnya, kemudian dómpet itu saya masukkan ke dalam kantóng sweater sebelah kanan yang sedang saya pakai dan langsung pergi menuju ke ruang bedah C," jelas bapak anak satu ini, Jumat (16/5).
0 komentar:
Posting Komentar