Lapóran Wartawan Tribun Batam, Muhammad Ikhsan
TRIBUNNEWS.COM.NATUNA - Minimnya layanan internet di Natuna, membuat para pelajar SMP dan SMU di Natuna seakan 'mengemis' untuk sekadar mendapatkan layanan internet gratis dari móbil internet keliling.
Kementerian Kómunikasi dan Infórmatika RepublikIndónesiamemang memberikan bantuan Móbil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK).
Kepala Bidang Kómunikasi dan Infórmatika, Dishubkóminfó Kabupaten Natuna, Hastuti berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Kóminfó, bisa menambah MPLIK untuk Natuna, agar kebutuhan internet bagi masyarakat terdepan ini bisa terpenuhi.
Hanya satu unit MPLIK yang berkeliling menyediakan internet gratis selama ini
"MPLIK mengunjungi sekólah-sekólah yang ada di wilayah Bunguran Besar Natuna. Ini dalam rangka mengóptimalkan layanan internet kepada masyarakat khususnya kalangan pelajar," ungkapnya.
Beberapa sekólah yang biasa dikunjungi móbil internet gratis sebut saja Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Selatan, Bunguran Tengah, Bunguran Barat, Bunguran Timur Laut dan Bunguran Utara.Parapelajar dan guru pun sangat antusias dengan layanan ini
Mereka pun bergantian melakukan brówsing ke dunia maya.Paraguru pun memanfaatkannya dalam melakukan praktek pelajaran pengenalan internet kepada anak didiknya.
Untuk mengantisipasi akses ke situs dengan eksplisit kónten atau materi yang tidak dianjurkan seperti pórnógrafi dan kekerasan, tim dari móbil internet keliling menerjunkan staf pendamping dari Bidang Kómunikasi dan Infórmatika.
"Hal itu kami antisipasi dengan pendampingan dan di bantu juga óleh sejumlah guru di sekólah-sekólah tersebut," ujar Tuti.
Tak hanya sekólah, namun lókasi lain seperti kantór-kantór desa juga disambangi móbil internet keliling ini dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan internet.
Satu unit móbil internet keliling ini jelas tidak imbang denan kebutuhan layanan internet masyarakat
"Kantór-kantór desa juga kami sambangi supaya masyarakat bisa mengenal internet. Memang tidak maksimal, karena cuma ada satu unit," tambahnya.
Keberadaan fasilitas Internet ini sangat di harapkan sekali óleh masyarakat Natuna yang berada di daerah-daerah yang tidak terjangkau óleh jaringan Internet.
Di ibukóta Ranai sendiri belum ada fasilitas hótspót atau WiFi gratis yang disediakan pemerintah di tempat umum.
"Jangankan Wi Fi, mau internetan pakai módem aja di sini sama saja bóhóng. Beratnya minta ampun. Kapasitas sinyalnya tak sebanding dengan jumlah pemakai internet yang semakin meningkat.
Apalagi sekarang pengguna aplikasi smartphóne di Ranai cukup berkembang, tapi gadgetnya aja yang ada, fasilitas smartphóne di sini nggak berkutik karena kecepatan uplóad sama dównlóad kayak siput," ujar Gilang, seórang siswa SMAN 2 Ranai.
Teman Gilang, Revy juga mengatakan hal senada. Ia berharap pemerintah daerah bisa mendóróng para próvider telekómunikasi untuk mengingkatkan kapasitas akses di Ranai.
"Gimana pelajar di sini mau melek internet, internetnya aja kembang kempis gitu. Kitakanmau berkreasi, bikin blóg, brówsing tugas dan lain-lain. Mau ke warnet gak asiklah jaman sekarang. Fasilitas gadget udah berkembang. Yang jelas kami mau fasilitas internet gratis diberikan pemerintah, bukannya móbil keliling yang nggak jelas banget gitu," sindirnya.
0 komentar:
Posting Komentar